BBM Naik -Rakyat Tercekik….

“Masyarakat indonesia sontak heboh dengan keputusan Kabinet Jokowi Dodo mencabut Subsidi Bahan Bakar Minyak(BBM) yang hingga akhirnya menyebabkan harga Bahan Bakar Minyak menjadi naik sangat drastis tak terprediksikan sebelumnya. Pihak utama yang paling heboh dengan kenaikan ini adalah para kalangan masyarakat menengah kebawah. Tak terkecuali dengan masyarakat menengah keatas, namun kenaikan ini rasanya tidak terlalu menyentuh kedalam kantong mereka yang berbadan tebal.”

bbm-naik-rakyat-tercekik
BBM naik, rakyat Tercekik

Bahan Bakar Minyak merupakan sesuatu hal yang sensitif bagi masyarakat Indonesia. Karena seperti kita ketahui bahan bakar minyak merupakan bahan vital yang sangat menunjang kehidupan umat manusia sejagat raya ini. Kenakikan bahan bakar minyak seperti bensin,pertamax,dan solar mungkin tak masalah, toh manusia tak mengkonsumsinya seperti makananan yang disantap sehari-hari. Namun sayangnya Harga BBM berbanding lurus dengan harga bahan kebutuhan pokok, yang dimana apabila Harga BBM naik maka dibelakangnya pasti akan diikuti dengan harga bahan kebutuhan pokok yang melambung tinggi. Kenaikan harga BBM tidak akan meyebabkan harga-harga kebutuhan pokok dan kebutuan pendukung lainnya terdiam ditempat, sayangnya ia juga tak mau kalah dengan naiknya harga BBM. Justru ia akan leibih extrem mengalami kenaikan. Dan hal itulah yang ditakuti oleh masyarakat bukan masalah harga BBM naik atatu turun, tapi masalahnya adalah kenaikan BBM itu pasti akan diikuti oleh kekasihnya yakni Bahan kebutuhan pokok dan kebutuhan pendukung lainnya.

31-08-2014-bonkri-002
BBM naik….

Harga BBM meroket melambung tinggi, sedangkan masyarakat miskin semakin terperangkap didalam lingkaran kemiskinan yang semakin lebar. Mereka semakin sulit untuk menemukan kunci untuk bisa keluar dari pintu jeruji besi kemiskinan yang semakin membelenggu. Harga BBM naik, Harga Kebutuhan pokok dan pendukung lainnya naik, sedangkan kehidupan masyarakat Indonesia semakin menurun drastis bahkan harus merangkak-rangkak untuk mencapai harga yang meroket jauh melambung tinggi.

                Kabinet Kerja yang dipimpin Jokowi dan Hatta tak ingin tinggal diam untuk disalahkan atas kejadian ini. Mereka pun menyiapkan kata-kata manis dibalik panggung kepresidenan sana untuk menghibur masyarakat yang hatinya sudah terbakar api kemarahan yang begitu membara. Strategi dan muslihat mereka siapkan agar dapat menghibur masyarakat yang sudah terlanjur terbakar api kemarahan, yang dirasa sulit untuk dipadamkan. Akhirnya sebagai cara untuk meredamkan api kemarahan masyarkat yang sudah begitu membara, Kabinet Kerja yang dipimpin Jokowi pun mengeluarkan suatu kebijakan yang merkan anggap baru namun padahal pada zaman rupiah Rp.1.200 per dolar pun sudah ada. 3 kartu sakti dikeluarkan untuk dapat meredupkan kemarahan masyarakat akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi Dodo. 3 kartu sakti tersebut diantaranya adalah kartu sehat, yakini kartu yang dapat digunakan oleh masyarakat miskin untuk berobat, padahal pada masa pemrintahan sebelumnya sudah ada barang yang serupa. Kartu kedua yakni kartu Indoneisa Pintar, yakni kartu yang dapat digunakan oleh masyarakat miskin untuk bisa mendapatkan akses pendiidikan, padahal pada masa pemerintahan sebelumnya sudah ada kebijakan yang serupa seperti Bantuan Operasional Sekolah(BOS), Dan kartu yang terahir adalah kartu Keluarga sejatera, yang dimana pada pemerintahan sebelumnya sudah ada kebijakan yang serupa pula yakni berupa Bantuang langsung Tunai masyarakat miskin. Entah mengapa harus menghapus yang lama toh juga hanya diganti dengan barang yang serupa juga. Tidak ada sesuatu yang baru. Namun mungkin fisiknya saja. Seperti yang sudah dikatakan sebelulmnya, yang penting ada kebijakan yang dibuat untuk dapat meredam amarah masyarakat yang sudah mencapai titik Kuliminasinya.

                Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak yang menyebabkan harga-harga semakin tak terjangkau oleh masyarakat dirasa merupakan suatu bentuk inflasi yang tak tampak(Hidden Inflation). Jumlah uang beredar mungkin belum terlalu banyak beredar, namun kenaikan harga yang begitu seignifikan menyebabkan golongan masyarakat kebawah tak mampu untuk mencapai harga tersebut. Harga Faktor-faktor produksi semakin tajam tak tertahankan. Inflasi yang tak tampak ini dirasa pada suatu saat aku muncul keprermukaan apabila ia sudah tak tak tahan tertekan dengan kenaikan harga yang terus membendung, bak larva gunung merapi yang panas yang berada dibawah tanah yang sewaktu-waktu siap untuk memuntahkan isinya kepermukaan dan mengancurkan semua yang dilaluinya.

                Sujud kepada sang maha pencipta adalah solusi yang paling tepat untuk mengadu dan meminta pertolongan. Agar bangsa kita ini tidak termakan oleh bara api larva yang sewaktu-waktu dapat menghanyutkan kita semua. Semoga bangsa kita dapat diberikan kekutan untuk menghadapi semua masalah yang merintang dihadapan mata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s