Jangan Perkosa Lagi Bangsaku….

“Darah ini tak akan mengalir sia-sia apabila mengalir demi mempertahankan tanah bangsa ini. Keringat ini tak akan bercucur sia-sia demi melindungi bumi pertiwi ini. Api semangat ini akan terus berkobar tanpa henti untuk membendung serangan-serangan dingin dan panas dari luar sana….. Penjajah! Takkan kubiarkan lagi kau merenggut keperawanan bangsaku….”

 

sejarah-bendera
Indonesia

Lawan aku terlebih dahulu apabila kau ingin mengambil dan menajarah bangasaku ini. Langkahi terlebih dahulu mayatku, bila kau ingin menginjak-injak bangsaku yang permai ini. Cukup masa lalu saja yang menceritakan bahwa bangsaku pernah dijajah oleh bangsa-bangsa yang tak mengenal tuhan dan haus akan darah kekuasaan. Ia ibarat vampir yang sangat haus akan darah, namun kali ini berbeda, darah yang diinginkan bukan darah segar manusia, melainkan kekuaasaan. Kerakusan mereka telah menutupi mata hati mereka sehingga mereka tak mampu untuk melihat kearah depan. Mata hati mereka telah mereka pakaikan kaca mata hitam sehigga kesucian yang berwarna putih mereka tabrak begitu saja, tanpa memiliki rem untuk mengemudikan. Mata hati yang seharusnya menjadi kompas kehidupan mereka, yang seharusnya bisa menjadi penunjuk arah mereka, tak mampu bekerja dengan baik ditubuh mereka, hati yang dikaruniakan tuhan sepertinya tak difungsikan dengan baik oleh mereka, yang konon katanya adalah orang-orang berintelegensia tinggi. Entahlah, sebenarnya bukan aku yang mengakui intelejensi mereka, melainkan mereka sendiri yang membuatnya dan dengan cara yang sangat gencar mempromosikannya keseluruh belahan dunia, sehingga seluruh penghuni bumi menerimanya. Memang benar mungkin, mereka pintar. Kurang ajar mereka, tapi sayang, ini sudah zaman reformasi bagi bangsa Indonesa, sudah 2016, itu masa lalu dan sungguh tak ingin aku mengulang sejarah kelam itu lagi, cukup sekali saja kami mengalaminya, aku tak sudi apabila harus mengalaminya untuk yang kedua kalinya.

Bangsa ini sudah tumbuh remaja, ini kataku dan menurut pendapatku. Diradio malah aku sempat mendengar, dengan umur yang segini Indonsia itu sudah tergolong bangsa yang tua, sontak aku ingin memuntahkan arguemenku kepadanya. Sungguh tak adil dan sepadan sekali apabila umur bangsa dan manusia harus disamakan, sudah sangat jelas, antara umur manusia dan negara itu sangat berbeda. Ibarat membandingkan gajah dengan semut, yang tampaknya memang sangat tidak tampak, lucu kesannya.

cropped-c360_2014-08-31-12-51-48-763.jpg
Protect my Nation….

Umur manusia palingan hingga 65 Tahun, sekalipiun masih hidup itupun sudah mulai bernafas dengan mulut, karena hidung sudah tak mampu lagi untuk meringkus udara yang harus segera diproduksi lagi sebagai oksigen. Lantas setelah ini, setelah dianggap tua, bangsa ini akan mati? Tentu tidak bukan?? Sebagai warga negara yang sehat jasmani dan rohani, bukan itu tentunya yang kita inginkan. Itulah sebabnya mengapa aku tak setuju dengan anggapan bapak bersuara parau serak-serak basah yang ada diradio seberang itu. Itu bukan statement orang yang waras menurutku, cukup hanya dia saja yang aku dengar berkoar seperti itu, mudah-mudahan saja hanya dia orangnya, cukup satu orang saja yang seperti dia yang dicipatkan hadir di bumi ini. Jangan lebih dari satu, karena apabila lebih dari satu, maka umur bangsa ini bisa saja semakin pendek dan menyusut seperti bangunan yang terdepresiasi dengan begitu mudah karena umur dan masa pakainya sudah mulai berkuarang. Aku tak akan membiarkan nasib bangsaku akan menjadi seperti itu, sudah kukatakan dimuka, langkahi dulu mayatku apabila kau ingin berurusan dengan bangsaku.

#JanganPerkosaBangsakuLagi….

 

Advertisements

7 Comments Add yours

  1. Anis says:

    Restuuu…
    passionate banget tulisannya disini…
    hehehe, saking passionatenya banyak yang typo looh, cek coba…
    terus”… mau tanya, keperawanan kan cuma bisa direnggut sekalin aja, karena Indonesia sebelumnya pernah dijajah (diperkosa), jadi sebenernya bangsa ini memang sudah gak perawan kan?? mungkin bahasanya di bagian — Penajajah! Takkan kubiarkan lagi kau merenggut keperawanan bangsaku….” — itu diganti aja… karena keperwanan cuma bisa sekali aja direnggut… hehehhe
    overall bagus siih, menarik juga, cuma mungkin karena ini semacam curhatan yaah, jadi kaya rada susah aja nyari bagian”nya, misalnya seperti introducingnya, penjajakan konflik, klimaks, dsb… tapi balik lagi, ini kan tulisan opini, curhatan, jadii yaah terserah Restu mau nulis apa…
    Good job restu…

    Liked by 1 person

    1. Oke mbkkkk…. Makasihh binggo.. Pelajaran pertama hari INI…

      Like

  2. ABD. GAFUR says:

    Motivasi tulisannya kren tu, nasionalisme binggo 🙂
    dan sangat langka tentunya tulisan seperti ini muncul dari coretan anak muda. jika melihat realitas anak bangsa sekarang ini. intinya good job dah dek.
    tapi gak papa juga kan kk kasih komentar dikit, hehe
    pertama dari sisi judul, klo kk sih mandangnya ngerii and vulgar haha. tapi kren juga sih bikin orang penasaran apa isinya, dan kalau memang “perkosa” mau di jadiin judul adk juga masukin juga kata itu ke dalam tubuh tulisannya, supaya lebih nyambung benang merah judulnya dengan isinya. 🙂
    kedua, hati-hati ngetiknya, biar gak banyak kesalahan redaksinya. setelah di ketika coba di baca ulang lagi. biar kalo ada yang salah bisa di edit kata-kata2.
    ketiga, kk belum melihat tujuan tulisan ini mau disampaikan kemana ??, ke penjajah, ataukah ke koruptor yang saat ini banyak di beritakan, soalnya kk sih liatnya ke kuroptornya. ehehe itu sih dari kk. yang jelas mantap dah, tulisannya sarat dengan semangat

    Liked by 1 person

    1. Akan segera adek revisi kak… Tulisan berktnya akan lbh keren Dg saran Dari kakak…. Makash kak… Dpt motivasi lagii….

      Like

      1. Bima Setyawan says:

        Karya tulis yang lumayan bagus. Majas dan perumpamaannya begitu hidup. Namun ada beberapa redaksional yang masih belum tepat sesuai penggunaanya, seperti kata “keperawanan”. Kemudian dalam tulisan ini, saya tidak mendapat intisari dari judul yang disajikan di awal yang seharusnya dapat diperlihatkan lebih di paragraf akhir tulisan. Paragraf akhir lebih banyak menyinggung pendapat satu individu yang kurang memberikan nilai lebih dalam tulisan ini, jika porsinya lebih dikurangi dan kemudian ditambah dengan final statement pasti akan lebih bagus. Dan satu hal yang saya bingung kan dalam tulisan ini ialah arah tulisan ini mau dibawa kemana?
        But so far so good lah
        BS

        Liked by 1 person

  3. Bima Setyawan says:

    Karya tulis yang lumayan bagus. Majas dan perumpamaannya begitu hidup. Namun ada beberapa redaksional yang masih belum tepat sesuai penggunaannya seperti kata “keperawanan”. Kemudian dalam tulisan ini saya tidak mendapat intisari dari judul yang disajikan diawal yang seharusnya dapat lebih diperlihatkan di paragraf akhir tulisan. Paragraf akhir lebih banyak berbicara soal pendapat satu individu yang kurang memberikan nilai lebih dalam tulisan ini, jika porsinya lebih dikurangi dan ditambah dengan final statement pasti akan lebih bagus. Dan satu hal yang saya bingungkan ialah arah tulisan ini mau dibawa kemana?
    But so far so good lah
    BS

    Liked by 1 person

    1. Keren komentarnya…. Kakak akan berjuang lagi kedepannya…. Tunggu Dan komentari yg berktnya ya.. Hope better… Thanks ya…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s