Gaza Dibawah Kepulan Langit Hitam

Langit hitam belum juga hilang dari udara gaza

Udara panas juga belum bisa reda

Tangisan dan dentuman bom senantiasa silih berganti

Tak juga kunjung reda

Apalagi berhenti

Ku coba tunggu itu semua

Kapankah itu semua akan segera reda

Kapankah??

***

Akankah itu semua akan reda setelah semua insan itu di habisi hingga binasa?

Akankah awan itu akan kembali cerah setelah tawa anak-anak tak terdengar lagi?

Akankah tangisan dan haru-pilu itu akan berakhir setelah tanah itu rata menjadi tanah lapang?

Akankah???

***

Sudah………

Sudahlalah……. aku sudah tak kuasa menahan pilu ini

Terlalu berat untukku manahan semua ini

Padahal aku disini hanya sebatas penonton

Tak lebih dari itu

Yang hanya memantau dari arah kejauhan…

Namun rasa ini ,pilu dan sedih ini tak kuasa untuk aku bendung

Airmataku seolah –olah akan membentuk sungai nil

Tak kuasa melihat semua ini

Tak kuasa melihat mereka menangis

Ratusan nyawa bertebaran tiap waktunya

Seiring perputaran waktu,seiring itu pula nyawa itu melayang

Sangat mudah sekali……… sangat mudah sekali nyawa itu berterbangan

Tak ada rasa bersalah sedikitpun mereka lakuakan semua perbuatan itu

Apa salah mereka?

Mereka ibu yang sedang mengandung calon penghuni baru

Mereka anak-anak yang masih ingin bermain

Meraka orang –orang yang sudah lanjut usia yang sedang ingin mengabiskan sisa umur mereka dengan tertawa

Lantas apa salah mereka?

Tak bisakah kau melihat mereka sedit bahagia? Sedikit saja…..

 

Tuhan………….

Disini aku hanya bisa bersyukur kepadamu

Hamba benar-benar bersyukur karena kondisi negeri hamba tidak seperti di negara sahabat

Yang penuh dengan asap duka dari waktu –waktu

Disini hamba hanya bisa menyaksikan saja

Tanpa mengetahui pendertiaan mereka yang sebenarnya

Disini………

Dibulan yang suci yang penuh berkah ini

Di saat kami berbahagia berbuka denga menu yang sangat lezat

Disana mereka tak bisa berbuka karena sang musuh terus menghantui setiap saat

Disini……….. disaat anak-anak tertawa riang memainkan petasan

Disana… anak-anaknya malah ketakutan melihat rudal dan roket yang menancam hidup dan masa depan mereka….

Disini……….. sebelum lebaran

Ibu-ibu begitu sibuk mempersiapkan wejangan lebaran

Disana…….. ibu-ibu hanya disibukkan dengan persiapan menggali liang kubur untuk keluarga yang akan segera dirampas hidupnya

Disini… kami begitu sibuk mempersiapkan baju lebaran untuk menyambut idul fitri nanti

Sedangkan mereka mereka hanya sibuk dengan mempersiapkan kain kapan baru untuk menyambut maut

 

Tuhan……………

Kapan ini semua akan segera berakhir?

Kapankah tuhan?

Doa hamba tak akan pernah putus untuk mereka

Jika mereka memang salah …

Berikanlah apa yang memang pantas menurutmu

Namun jikalau mereka tidak bersalah

Lidungilah mereka dari segala macam mara bahaya

Hamba mohon kepadamu ya tuhan

 

Tuhan……..

Hamba sangat tahu sekali

Engaku tidak akan pernah memberikan cobaan yang tidak pernah hambamu bisa hadapi

Itu semua pasti memililki jalan keluar

Ada hikmah pasti yang telah engaku siapkan dibalik ini semua

Tidak pernah engaku salah beritindak ya tuhan

Engaku maha kuasa

Engaku maha bijaksana

Serta engkau maha adil

 

Tuhan……….

Hamba mohon kepadamu….

Kabulkanlah doa hambamu ini…

AMIN…………..

***

A Palestinian waves a flag near a destroyed section of the border wall between the Gaza Strip and Egypt

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s