Auditing Case: Winston Batu Bara

KASUS

Winston Batubara adalah seorang partner audit di KAP Handy, sukriyadi & Rekan. Ia sedang dalam proses menelaah arsip audit untuk pengauditan suatu klien baru, PT Meratus Konstruksi. PT Meratus Konstruksi menjalankan bisnis konstruksi berat. Winston melakukan penelaahan pertamanya setelah pekerjaan lapang sebagian besar telah diselesaikan. Biasanya, ia telah menyelesaikan penelaahan awal selama fase perencanaan sebagaimana diharuskan oleh KAP-nya; namun, ia disibukkan oleh krisis yang terjadi pada klien paling pentingdan terbesarnya. Ia memutuskan untuk tidak menelaah informasi perencanaan audit karena (1) audit diawasi oleh Sarah Sucipto, seorang manajer yang sangat ia percayai, dan (2) ia dapat “memperbaiki” setiap masalah selama penelaahan akhir auditnya. Saat ini Winton menemukan bahwa ia sedang menghadapi beberapa masalah. Pertama, ia menemukan bahwa KAP-nya telah menerima PT Meratur Konstruksi tanpa mematuhi prosedur penerimaan klien baru. PT Meratus Konstruksi mendtangi Handy, Sukriyadi & rekan atas rekomnedasi dari teman Winston. Winston mendapatkan “pujian” untuk bisnis baru ini, yang sangat penting baginya karena akan memengaruhi kompensasi yang diterimanya dari KAP-nya. Karena Winston sangat sibuk, ia mengatakan pada Sarah untuk melakukan peninjauan kembali penerimaan klien baru dan memberitahukannya jika ada masalah. Ia tidak mendengar kabar apa pun dari Sarah sehingga ia menganggap semuany baik-baik saja. Ketika ia menelaah dokumentasi praperencanaan milik sarah, ia melihat tanda centang dalam kotak “Hubungi auditor sebelumnya”, namun tidak ada perincian yang menandakan bahwa hal tersebut sudah dilakukan. Ketika ia menanyakan pada Sarah mengenai hal tersebut, Sarah menjawab.

“Aku sudah menghubungi Gani Mansyur (partner yang bertanggung jawab dengan auditor PT Meratus Konstruksi yang sebelumnya) dan meninggalkan pesan suara untuknya. Ia tidak pernah menghubungiku kembali. Lalu aku berbicara dengan Teddy Adenasi mnegenai perubahan ini, dan ia mengatakan kepadaku bahwa ia telah memberitahu Gani mengenai perubahan ini dan Gani berkata, ‘Tidak maslalah, aku akan membantu sebisa mungkin.’ Teddy

mengatakan Gani sudah mengirimkan salinan analisis akun-akun asset tetap dan ekuitas, yang

kemudian Teddy berkan padaku. Ia bertanya pada Teddy mengapa mereka mengganti KAP Gani, dan ia katakana padaku hal itu karena masalah kontinjensi pajak dan ukuran imbalan jasa mereka. Selain itu, Teddy mengatakan hubungannnya baik-baik saja. Masalah kontinjensi pajak yang dimaksud Sarah adalah situasi dimana PT MeratusKonstruksi mendapatkan tuntutan hokum dengan bank d mana ia mendapatkan pinjaman. Hasil dari tuntutan hukumnya adalah bank mengampuni beberapa ratus rupiah utangnya. Hal itu merupakan angin segar bagi PT Meratus Konstruksi dan mereka mencatatnya sebagai keuntungan, dan menganggap bahwa keuntungan tersebut tidak dikenai pajak. Auditor sebelumnya berdebat mengenai hal ini dan bersikeras bahwa hal tersebut menimbulkan kontinjensi pajak yang harus diungkapkan. Hal itu tidak menyenangkan PT Meratus Konstruksi, namun perusahaan tetap setuju dengan usulan auditor tersebut agar mereka mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (unqualified). Sebelum menyewa Handy, Sukriyadi & rekan sebagai auditor baru mereka, PT Meratus konstruksi meminta Handy, Sukriyadi & Rekan untuk menelaah kondisi tersebut. Handy, sukriyadi & Rekan yakin bahwa kecil kemungkinan terjadi kontinjensi pajak dan setuju untuk tidak melakukan pengungkapan.

Masalah kedua melibatkan kontrak jangka panjang dengan seorang pelanggan di Bangkok. Menurut GAAP, PT Meratus Konstruksi diharuskan untuk mengakui pendapatan dari kontrak tersebut dengan menggunakan metode persentase penyelesaian. Kontrak tersebut sebagian sudah diselesaikan pada akhir tahun dan memiliki dampak material pada laporan keuangan. Ketika Winston menelaah salinan kontrak tersebut dalam arsip audit, ia menemukan tiga hal. Pertama, terdapat ringkasan kontrak yang menetapkan hal-hal penting dalam kontrak tersebut. Kedua, terdapat salinan kontrak yang ditulis di Thailand. Ketiga, terdapat konfirmasi yang ditandatangani yang berisi konfirmasi atas kondisi dan status kontrak tersebut. Informasi yang dibutuhkan untuk mengetahui adanya perdebatan dalam kontrak hanyalah dari bank, dan informasi bank mengindikasikan tidak ada masalah semacam itu. Perhatian utama Winston terhadap kontrak tersebut adalah untuk mengakui pendapatan sesuai dengan GAAP, maka kontrak tersebut harus mengikat dan tidak dapat dibatalkan. Sering kali, kontrak-kontrak yang berisi pasal pembatalan akan mengurangi daya ikat kontrak. Karena ia tidak memahami bahasa Thailand, Winston tidak dapat mengatakan apakah dalam kontrak tersebut terdapat pada pasal pembatalan semacam itu. Ketika ia menanyai sarah mengenai hal itu, ia menjawab bahwa ia sudah meminta wakil presiden perusahaan untuk divisi Asia Tenggara mengenai kontrak tersebut dan ia mengatakan pada Sarah bahwa kontrak tersebut merupakan kontrak standar mereka. Standar kontrak perusahaan tidak memiliki pasal pembatalan di dalamnya, namun hal ini membutuhkan kesepakatan kedua belah pihak dn tidak dapat dibatalkan secara sepihak oleh pembeli.

PERTANYAAN

  1. Evaluasi dan diskusikanlah apakah Handy, Sukriyadi dan Rekan mematuhi standar audit yang berlaku umum dalam menerima PT Meratus Konstruksi sebagai Klien baru mereka. Apa yang dapat mereka lakukan di titik ini dalam kontrak kerja untuk menyelesaikan kelemahan-kelemahan yang mungkin ada?
  2. Evaluasi dan diskusikan apakah pekerjaan audit yang memadai telah dilakukan terkait dengan kontrak PT Meratus Konstruksi dengan Bangkok. Jika tidak, hal apa lagi yang harus dilakukan?
  3. Evaluasi dan diskusikan apakah Winston dan Sarah telah berlaku sesuai dengan standar audit yang berlaku umum?

 

*****

Click here for the Solution….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s