Tugas Akhir Studi Kelayakan Bisnis

TUGAS AKHIR

STUDI KELAYAKAN BISNIS

EASY ENGLISH COURSE LOMBOK

 Ekonomi-Icon-2015

Disusun dalam rangka memenuhi tugas akhir mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis

OLEH

RESTU ALPIANSAH

A1C 013 124

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MATARAM

2015

***

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat tuhan yang maha kuasa yang telah memberikan nikmat kesehatan dan ilmu kepada penulis, sehingga hingga saat ini penulis masih dalam keadaan sehat dan bersemangat untuk menuntut ilmu. Tugas ini merupakan tugas akhir dari mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis yang memaparkan mengenai analisis kelayakan suatu bisinis. Tugas ini penulis berikan judul “Studi Kelayakan Bisnis Easy English Course Lombok”. Tugas ini memaprakan mengenai studi kelayakan mengani usaha kursus bahasa inggris yang akan dibangun oleh penulis.

Dalam pengerjaan tugas akhir ini, terdapat hambatan yang dihadapi oleh penulis, seperti masih kurangnya data-data sekunder yang diperlukan, banyaknya tugas kuliah yang harus segera diselesaikan dan hambatan-hambatan lainnya yang puji tuhan dapat penulis selesaikan dengan baik.

Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada kedua orang tua penulis yang ada dirumah, atas doa dan dukungannya kepada penulis sehingga tetap bersemangat dalam menjalani kegiatan perkuliahan, semoaga kalian tetap diberikan umur yang panjang dan rizki yang cukup oleh yang maha kuasa. Ucapan terimakasih juga tak lupa penulis sampaikan kepada Dosen pembimbing mata kuliah studi kelayakan bisnis, yakni ibu Herawati Khotmi dan Indria Puspitasari Lenap, yang sudah sangat tulus dan ikhlas menyumbangkan ilmunya kepada penulis sehingga penulis bisa memahami materi perkuliahan, semoga tuhan yang maha kuasa memberikan balasan yang setimpal atas jasa tak terhingga yang diberikan kepada penulis. Terakhir ucapan terimakasih tak lupa penulis ucapkan kepada teman dan sahabat-sahabat penulis yang sudah selama ini memberikan dukungan yang luar biasa, semoga kalian semua menjadi orang yang sukses dimasa depan.

Demikian pengantar dari penulis, semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat kepada penulis khususnya dan pembaca umunya. Tentunya penyusunan tugas ini tak luput dari kekurangan, oleh karena itu saran dan kritiknya yang membangun senantiasa penulis harapkan untuk kesuksesan karya atau tugas dimasa yang akan datang. Terimakasih dan semoga tuhan senantiasa melingungi kita semua.

                                                                                                              Mataram 20 Juni 2015

                                                                                                               Restu Alpiansah

***

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

Perkembangan dunia pada saat ini sudah sangat pesat. Segala sesuatu yang ada berubah begitu cepat dengan sangat signifikan seiring dengan majunya arus globalisasi yang semakin pesat. Pengaruh globalisasi yang kini sudah meyebar sangat luas memberikan dampak yang sangat siginifikan kepada seluruh lapisan masyarakat, baik dari segi gaya hidup, budaya, cara berpakaian, dan lain sebagainya.

            Kini segala sesuatu sudah berbau global. Dunia diibaratkan sudah tak memiliki tapal batas lagi. Jika pada masa lampu sekat-sekat antar negara masih sangat kuat, kini semua itu sudah tak ada lagi, batas-batas negara tidak lebih hanya sebagai formalitas semata. Kemajuan zaman yang sudah sangat pesat, menjadikan pagar antar negara sudah tak ada lagi.

            Kini semua masyarakat dunia sudah berbaur satu sama lain. Lepasnya batas negara akibat kemajuan dari globalisasi menyebabkan semua lapisan masyarakat memiliki kebebasan untuk bergaul dengan siapapun yang diinginkannya. Tentunya dalam hal ini komunikasi memainkan peranan yang sangat pentng. Dibutuhkan kemampuan komunikasi yang baik untuk bisa saling memahami satu sama lain. Dalam komunikasi tentunya bahasa memainkan peranan yang sangat penting. Sehingga untuk melakukan komunikasi satu sama lain, masyarakat dunia pada saat ini disatukan oleh satu bahasa international yang disebut dengan bahasa inggris, atau sang bahasa dunia.

            Namun melihat realita yang ada pada saat ini, masih banyak masyarakat indonesia yang pada umumnya, dan masyarakat Nusa Tenggara Barat khususnya memiliki kemampuan untuk berabahasa inggris yang masih sangat rendah sekali. Sehingga hal ini meruapakan masalah yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Kini era globalisasi semakin pesat, persaingan antar negara sudah semakin agresif, yang kuat memimpin sedangkan yang lemah siap tertinggal dan bahkan dipimpin oleh negara lain. Oleh karena itu, mengingat pentingnya bahasa inggris, kami bermaksud untuk membangun suatu Tempat kurusus yang kami berikan nama Smart Englsih Course yang nantinya diharapkan mampu mengatasi permasalahan penguasaan bahasa inggirs masyarakat Nusa Tenggara Barat.

            Dalam studi kelayakan bisnis ini, kami akan melakukan studi mengenai kelayakan usaha yang akan kami jalani. Dengan studi kelayakan bisnis ini diharapkan nantinya mampu mengahasilkan hasil yang memuasakan untuk mendukung kegiatan usaha yang akan kami jalankan.

BAB II

LATAR BELAKANG PROYEK DAN PEMRAKARSA

  • Latar Belakang Pemrakarsa

2.1.1 Nama dan Alamat Pemrakarsa.

  1. Nama             : Restu Alpiansah

Alamat            : Jl. Gotong Royong Ampenan RT.01 RW. 01

  1. Nama             : Trissya Anjar Risqiyani

Alamat            : Jl. Gotong Royong Ampenan RT.01 RW. 01

  1. Nama             : Redita Anggita Sari

Alamat            : Jl. Gotong Royong Ampenan RT.01 RW. 01

  1. Nama             : Lusi Wurandhini

Alamat            : Jl. Gotong Royong Ampenan RT.01 RW. 01

  1. Nama : Meyka Rahma Andini

Alamat            : Jl. Gotong Royong Ampenan RT.01 RW. 01


2.1.2
Peranan Pemrakarsa dalam Proyek yang akan Dibangun.

Adapun uraian tugas pokok adalah sebagai berikut:

  1. Branch Manager mempunyai tugas, wewenang dan tanggung jawab Mengimplementasikan Visi dan Misi perusahaan di cabang yang dipimpin, memastikan setiap departemen/bagian yang bekerja sebagaimana seharusnya, sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan dan menyusun strategi untuk pencapaian target yang diberikan oleh perusahaan.
  2. Secretary memiliki tugas antara lain, tugas rutin (meliputi pengetikan, making call, menerima tamu, korespondenci, filling, surat menyurat), tugas instruksi (meliputi penyusunan jadwal perjalanan, making appointment, pengaturan keuangan, persiapan dan penyelenggaraan rapat, arrange schedule), dan tugas kreatif (meliputi pembuatan formulir telepon, dokumentasi,mengirim ucapan kepada klien, mengatur ruang kantor pimpinan).
  3. Academic Operation Officer memiliki tugas meliputi pengelolaan seluruh aktivitas akademik lembaga bimbingan. Penyusunan seluruh program akademik lembaga bimbngan belajar dan pertanggungjawaban prosedur dan administrasi akademik dari lembaga ini.

 

Administration Officer

 

Meyka Rahma Andini

Academic Operation Officer

Redita

Anggita Sari

Marketing Officer

 

Trissya

Anjar R

General Affair Officer

 

Default

Branch Manager

 

Restu Alpiansah

Secretary

 

Lusi Wurandhini

 

2.1.3 Pengalaman mereka dalam bidang usaha pada umumnya serta dunia usaha yang bersangkutan dengan proyek yang direncanakan.

Karena belum memiliki pengalaman pada bidang usaha ini, maka diputuskan untuk menggunakan sistem waralaba. Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (2010), yang dimaksud dengan waralaba ialah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir dengan pengwaralaba  (franchisor) yang memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.

Berikut ini keuntungan bisnis waralaba :

  1.  Manajemen bisnis yang sudah terbangun dengan baik tergantung dari brand yang dibangun oleh pengelola bisnis tersebut namun kebanyakan manajemennya lebih baik daripada memulai suatu bisnis dari awal.
  2. Masyarakat lebih mengenal sehingga pemasaran cenderung lebih mudah.
  3. Manajemen finansial yang lebih mudah,karena investor cenderung lebih mudah memberikan modalnya kepada bisnis yang telah kokoh dari segi financial dan jaringan pemasaran. Dan dengan bisnis waralaba system manajemen financial telah ditetapkan oleh pemilik waralaba utama sehingga kita tidak perlu pusing.
  4. Kerjasama bisnis telah terbangun karena seseorang yang telah membeli waralaba dapat menggunakan kerjasama yang telah dibangun oleh pemilik waralaba utama.
  5. Dukungan keamanan yang lebih kuat dari sini pemilik waralaba akan memberikan bimbingan manajemen finansial, pemasaran, periklanan dan lain lain
  6. Bisa mendapatkan untung yang lebih besar dikarenakn brand yang sudah dikenal masarakat luas

2.1.4 Kemampuan keuangan mereka, secara umum maupun dalam hubungannya dengan pembiayaan proyek yang akan direncanakan.

Karena pemrakarsa memilih untuk mengikuti program waralaba Easy English Center, dimana modal awal yang dibutuhkan adalah Rp. 5.000.000,- . maka pemrakarsa dianggap mampu untuk memnuhi modal tersebut. Dimana dana tersebut dapat diperoleh dari iuran bersama setiap anggota.

 

2.2 Uraian Tentang Proyek yang Direncanakan

Proyek yang direncanakan adalah membuat sebuah kursus bahasa Inggris. Kursus bahasa Inggris ini merupakan perluasan dari Eec yang berpusat di Jakarta dengan sistem waralaba. Sasaran utama proyek ini adalah mahasiswa Universitas Mataram dengan sasaran sampingan adalah masyarakat dan pelajar di sekitar kampus UNRAM. Dengan adanya proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris masyarakat sekitar Kampus UNRAM terutama mahasiswa UNRAM.

Hubungan timbal balik antara proyek baru dengan proyek lama yang ada, diantaranya adalah:

  1. 60:40, dengan mekanisme 60% untuk mitra usaha EEC dan 40% untuk managemen EEC
  2. Bagi hasil diberikan setiap 2 bulan sekali setelah dipotong oleh seluruh pengeluaran termasuk gaji dan kontrakan gedung
  3. Bagi hasil berlangsung selama usaha tersebut masih berjalan dan menguntungkan
  4. Bila usaha tersebut tdak menguntungkan dan mengalami kerugian maka managemen EEC siap menanggung beban kerugian tersebut.


 

BAB III

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

3.1    Trend Perkembangan Permintaan Jasa Hingga Dewasa Ini

Tidak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini, bahasa internasional yang digunakan adalah Bahasa Inggris. Hal tersebut menyebabkan negara-negara yang tidak menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya, ingin juga memperdalam belajar berbahasa Inggris melalui kursus atau bahkan mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa ke duanya.

Perkembangan Bahasa Inggris di Indonesia pun sangat pesat. Di Indonesia, Bahasa Inggris menjadi syarat untuk lulus dari perguruan tinggi, syarat untuk melamar kerja, syarat untuk melanjutkan kuliah S2/S3 baik dalam negeri maupun luar negeri, syarat untuk memperoleh beasiswa, dan lain sebagainya.Selain itu, memasuki tahun AEC (Asean Economic Community), dimana arus jasa dan arus tenaga kerja akan semakin bebas, kemampuan Bahasa Inggris masyarakat Indonesia tentu saja harus ditingkatkan agar dapat bersaing dengan masyarakat negara anggota AEC lainnya.

Sayangnya, pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia hanya diutamakan untuk tingkatan Sekolah Dasar, SMP, dan SMA (sesuai dengan keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1967). Sedangkan untuk tingkat universitas, Bahasa Inggris masih belum diutamakan, bahkan ada universitas yang tidak memasukkan Bahasa Inggris ke dalam kurikulumnya. Padahal seperti yang telah disebutkan di atas, Bahasa Inggris banyak dipakai sebagai syarat penunjang. Hal ini tentu saja membuat lembaga kursus Bahasa Inggris kian diminati. Tidak hanya pelajar dan mahasiswa, tetapi juga oleh masyarakat umum.

3.2    Proyeksi Permintaan Produk

            Proyeksi jumlah permintaan produk selama masa kehidupan proyek yang akan datang, secara keseluruhan dan menurut sektor-sektor pasar utama. Bilamana proyek menghasilkan lebih dari satu macam produk, hendaknya disusun pula proyeksi permintaan produk demi produk, minimal produk-produk utama.

BAB IV

ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI

 

Dalam bab ini disajikan hasil evaluasi berbagai macam hal yang bersangkutan dengan kapasitas produksi ekonomis, teknologi yang dipilih, kebutuhan bahan baku, bahan pembantu dan bahan pendukung lainnya, serta tenaga kerja langsung. Dalam bab ini juga diuraikan jenis dan jumlah mesin, peralatan serta harta tetap lainnya yang diperlukan proyek. Disamping itu disajikan pula hasil peralatan serta harta tetap lainnya yang diperlukan proyek. Disamping itu disajikan pula hasil penelitian lokasi proyek dan letak pabrik yang direncanakan, serta program pembangunan proyek

4.1    Kapasitas Produksi Ekonomis

  1. a)  Uraian tentang hasil penelitian atas faktor-faktor utama yang menentukan besar kapasitas produksi ekonomis proyek yang direncanakan.
  2. b)  Penentun besar kapasitas produksi ekonomis yang dipilih serta sebab-sebab atau dasar penentuan yang dipergunakan. Sebutkan pula beberapa pilihan besar kapasitas produksi yang lain (bilamana ada).

4.2    Rencana Produksi Selama Masa Kehidupan Proyek

  1. a) Uraian dasar-dasar pertimbangan penyusunan rencana produksi tahunan.
  2. b)  Penentuan rencana produksi tahunan, meliputi jenis dan jumlah produk utama yang akan dihasilkan tiap tahun, serta produk sampingan (bilamana ada).

   Rencana produksi tahunan tersebut di atas dapat disusun seperti dalam Tabel 4.1.

Tabel 4.1. Rencana produksi selama masa kehidupan proyek :

4.3    Teknologi yang Dipilih

  1. a)  Uraian tentang berbagai macam teknologi yang dapat dipergunakan oleh proyek, pertimbangan segi-segi keuntungan dan kerugian tiap jenis teknologi bagi proyek yang direncanakan.
  2. b) Ketetapan atas jenis teknologi yang dipilih serta sebab-sebab keputusan tersebut.
  3. c)  Sumber dari mana teknologi dapat diperolah, cara mendapatkan teknologi tersebut serta biaya yang diperlukan.

4.4    Kebutuhan Bahan Baku, Pembantu dan Bahan Pendukung Lainnya

  1. a)   Uraian tentang berbagai macam jenis bahan baku, pembantu dan pendukung lain yang dapat dipergunakan oleh proyek yang direncanakan. Pertimbangan atas segi-segi keuntungan dan kerugian masing-masing jenis bahan bagi proyek yang direncanakan.
  2. b)   Keputusan terhadap jenis bahan yang dipilih serta dasar keputusan tersebut. Uraian deskriptif masing-masing bahan, termasuk standar mutu yang diperlukan.
  3. c)  Gambaran tentang sumber bahan baku, pembantu dan pendukung. Bagaimana cara memperolah bahan tersebut, berapa harga perolehan sampai tiba di proyek.

  Jumlah kebutuhan bahan baku, pembantu dan pendukung yang diperlukan oleh proyek hendaknya disusun seperti dalam Tabel 4.2.

Tabel 4.2. Kebutuhan bahan baku, pembantu dan pendukung pada kapasitas produksi penuh

Proyek : …………….

*)  anggaran pembelian bahan baku, pembantu dan pendukung dalam valuta asing dapat dijabarkan dalam rupiah dengan mempergunakan kurs mata uang yang berlaku

4.5    Mesin, Peralatan dan Harta Tetap Lainnya

  1. a)   Uraian deskriptif tentang jenis, jumlah, spesifikasi mesin, peralatan dan harta tetap lain yang diusulkan untuk proyek. Penjelasan perihal alasan yang dipakai untuk menentukan harta tetap proyek tersebut.
  2. b)  Uraian perihal beberapa sumber harta tetap (terutama untuk mesin dan peralatan) dapat diperoleh. Sebutkan keuntungan dan kerugian masing-masing bagi proyek yang direncanakan.
  3. c)   Saran atas sumber pengadaan harta tetap (terutama untuk mesin dan peralatan) yang terbaik untuk proyek, sebutkan pula alasannya.

   Untuk memudahkan pembaca laporan mengikuti usulan jenis, jumlah dan spesifikasi harta tetap proyek, hendaknya harta tetap tersebut disusun dalam tabel seperti dalam contoh Tabel 4.3.

Tabel 4.3. Jenis dan Jumlah Harta Tetap

     Proyek:

Dalam proyek-proyek besar, jenis dan jumlah harta tetap yang dibutuhkan acapkali banyak. Untuk menghindari adanya tabel yang terlalu panjang, disarankan agar untuk tiap kelompok harta tetap pokok disusun satu tabel tersendiri.

4.6    Kebutuhan Tenaga Kerja Langsung

  1. a)   Uraian tentang jenis, kualifikasi dan jumlah tenaga kerja yang diperlukan proyek.
  2. b)  Penjelasan tentang sumber tenaga kerja yang diharapkan serta cara memperoleh tenaga tersebut.
  3. c)   Anggaran tahunan gaji, upah dan jaminan sosial tenaga kerja yang dibutuhkan.

   Anggaran gaji, upah dan jaminan sosial tersebut hendaknya disusun dalam tabel seperti contoh Tabel 4.4 berikut:

Tabel 4.4: Anggaran tahunan gaji, upah dan jaminan sosial tenaga kerja

4.7    Lokasi Proyek dan Tempat Pabrik

  1. a)   Uraian perihal beberapa pilihan lokasi, pertimbangan keuntungan dan kerugian tiap lokasi bagi proyek yang direncanakan.
  2. b)   Catatan: Hendaknya diusahakan agar peta tiap lokasi dapat dilampirkan dalam laporan.
  3. c)   Usulan tentang lokasi yang terbaik untuk proyek yang direncanakan, sebutkan pula alasan pilihan lokasi terutama dalam hubungannya dengan syarat-syarat teknis lokasi yang diperlukan oleh proyek.
  4. d)  Uraian-uraian perihal beberapa pilihan tempat pabrik dalam lokasi yang diusulkan, pertimbangan keuntungan dan kerugian tiap tempat bagi proyek yang direncanakan.
  5. e)  Usulan tentang tempat pabrik yang terbaik untuk proyek yang direncanakan, sebutkan pula alasan pilihan tempat tersebut terutama dalam hubungannya dengan syarat-syarat teknis tempat pabrik yang diperlukan oleh proyek.

4.8    Progam Pembangunan Proyek

  1. Penjelasan tentang seluruh waktu yang dibutuhkan untuk membangun proyek. Penegasan tentang kapan pembangunan proyek itu akan dimulai, misalnya segera setelah desain engineering diselesaikan.
  2. Jadual program pembangunan proyek.
  3. Jadual tersebut hendaknya disusun dalam bentuk bagan balok (bar-chart) seperti nampak dalam contoh Tabel 4.5.

Tabel 4.5 : Jadual pembangunan proyek

BAB V

MANAJEMEN OPERASIONAL DAN TENAGA INTI

  • Lokasi Bisnis

Karena target peserta kursus adalah mahasiswa UNRAM, pelajar, serta masyarakat umum di sekitar UNRAM, maka lokasi yang dipilih berada dekat dengan kampus UNRAM . Lokasi tersebut terletak di Jalan Majapahit No. 62 Mataram. Alasan pemilihan lokasi tersebut selain karena dekat dengan kampus, harga tanah di daerah sebelah utara kampus lebih murah dibandingkan dengan harga tanah di daerah selatan kampus. Lokasi tersebut strategis tetapi tidak terlalu ramai sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

BAB VI

ASPEK EKONOMI DAN KEUANGAN

 

6.1    Jumlah Dana Permodalan

6.1.1 Anggaran Dana Modal Tetap

Tabel 6.1: Anggaran Dana Modal Tetap

Proyek : Kursus Bahasa Inggris

Kelompok Biaya Rupiah Jumlah (Rp)
I.       Pra Investasi

1.    Perizinan

 

 

1300 m2*2000

 

2.600.000

Sub Jumlah 2.600.000
II.    Tanah

1.    Pembelian

 

 

1300 m2*1.300.000

 

1.690.000.000

 

Sub jumlah 1.690.000.000
III. Gedung dan bangunan lain

1.    Bangunan

2.    Instalasi Air, Listrik

–          Instalasi Listrik

–          Penggalian Sumur dan pemasangan Pompa Air

 

1300m2*700.000

 

325.000

2.000.000

 

 

 

910.000.000

 

325.000

2.000.000

Sub Jumlah 912.325.000
IV. Waralaba 312.000.000 312.000.000
V.    Biaya tak terduga 145.846.250

 

Total Dana Modal Tetap 3.062.771.250

 

6.1.2 Anggaran Dana Keseluruhan

Tabel 6.2: Anggaran Dana Keseluruhan

Kelompok dan Pembiayaan Jumlah(Rp)
1.      Dana Modal Tetap

2.      Dana Modal Kerja Awal (Netto)

3.062.771.250

66.300.000

Jumlah Dana Keseluruhan 3.129.071.250

 

6.2    Struktur Permodalan Proyek

Tabel 6.3. Struktur pembiayaan

Proyek : Kursus Bahasa Inggris

Keterangan Jumlah
Valuta Asing Rupiah
A.    Jumlah Biaya Proyek

1.      Modal Tetap

a)      Perizinan

b)      Tanah

c)      Gedung dan Bangunan

d)     Biaya Waralaba

 

   

 

2.600.000

1.690.000.000

912.325.000

312.000.000

 

Sub Jumlah   2.916.925.000
e)      Biaya tak terduga   145.846.250
Jumlah Modal Tetap   3.062.771.250
2.      Modal Kerja Awal (Netto)   66.300.000
B.    Sumber Dana

1.      Modal Sendiri

2.      Pinjaman

–            Kredit jangka panjang, Bank/ lembaga keuangan asing

 

 

 

500.000.000

 

2.629.071.250

3.      Jumlah Dana   3.129.071.250

 

6.3  Evaluasi Kemampuan Proyek Memenuhi Kewajiban Finansial dan Mendatangkan Keuntungan

Tabel 6.6. Proyeksi Daftar Laba/Rugi

Masa Pembangunan Produksi Komersial
Tahun 0 1 2 3 N
Program Produksi 55% 80% 100% 100%
1.    Hasil penjualan netto

2.    Harga pokok produksi

3.    Laba kotor
4.    Biaya pemasaran dan distribusi

5.    Biaya keuangan

6.    Biaya administrasi dan umum

7.    Laba sebelum pajak
8.      Pajak Badan
9.      Laba setelah pajak

Adapun daftar keuangan yang ketiga adalah neraca, disusun untuk tiap akhir tahun selama masa kehidupan proyek.

6.4    Perhitungan Tingkat Break Even

   Di dalam laporan evaluasi aspek keuangan hendaknya dihitung jumlah hasil penjualan minimal produk yang harus dicapai tiap tahun agar dapat melampaui titik break even atau titik impas.

 

BAB VII

PENUTUP

Dalam bab ini disajikan kesimpulan hasil evaluasi terhadap pemrakarsa, aspek demi aspek studi dan kesimpulan hasil evaluasi proyek secara keseluruhan. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut kemudian diajukan saran.

7.1    Kesimpulan

  1. a)   Bagaimana kira-kira kemampuan pemrakarsa dalam pembiayaan proyek, maupun dalam menangani kegiatan pembangunan dan operasi proyek yang direncanakan. Di mana letak kekuatan dan kelemahan mereka, apakah diperlukan bantuan dari luar, kalau diperlukan dalam hal atau bidang apa.
  2. b)   Bagaimana prospek masa depan kehidupan proyek ditinjau dari segi pemasaran, teknis,teknologi, manajemen operasional, ekonomi dan keuangan.
  3. c)  Bagaimana prospek masa depan kehidupan proyek ditinjau dari semua aspek secara keseluruhan.
  4. d)   Mafaat keuangan dan nonkeuangan, apa yang dapat diperoleh dari proyek, berapa pula jumlahnya bilamana dapat diukur secara kuantitatif.
  5. e)   Kelemahan pokok apa yang terdapat pada proyek, bagaimana cara mengatasinya.

7.2    Saran-saran

   Berdasarkan kesimpula diatas, di dalam laporan studi kelayakan proyek dapat diajukan pilihan saran yang berikut:

  1. a)  Proyek  yang  direncanakan cukup sehat ditinjau dari berbagai macam segi; prospek masa depannya cukup cerah. Oleh karena itu disarankan agar rencana investasi proyek diteruskan.
  2. b)   Proyek yang direncanakan tidak cukup sehat ditinjau dari bebagai macam segi; prospek masa depannya meragukan. Oleh karena itu disarankan agar rencana investasi proyek dihentikan.
  3. c) Proyek yang direncanakan cukup sehat, tetapi mempunyai kelemahan-kelemahan tertentu. Oleh karena itu disarankan agar rencana investasi proyek sementara waktu ditunda sampai diperoleh kepastian bahwa kelemahan-kelemahan tersebut diatas dapat diatasi.

REFERENSI

(http://id.wikipedia.org/wiki/Waralaba , Stevens, Alan M.; Schmidgall-Tellings, A. Ed. (2010). A Comprehensive Indonesian-English Dictionary(ed. 2nd). Athens, Ohio: Ohio University Press. hlm. 1090. ISBN 978-0-8214-1897-0. )

https://sites.google.com/site/masadepanwaralaba/course-feedback. Dikutip pada tanggal 16 Juni 2015

http://renytiany20.wordpress.com/2013/02/15/tugas-seorang-sekretaris/. Dikutip pada tanggal 13 Juni 2015

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. Yuniasih Hesni says:

    Bda dy tuu sama yg sekarang

    Liked by 1 person

    1. kayak gimana yang sekarang???

      Like

    2. karena di blog jadi nggak semuanya masuk blog…. beda sama file… lebih lengkap…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s