MEDAS:Desa segudang Calon Pemimpin Bangsa Masa Depan

Tidak ada kado terindah selain melihat orang lain tersenyum ceria dengan apa yang telah kita lakukan. Tidak ada ucapan termanis selain ucapan terimakasih dari orang-orang yang membutuhkan bantuan kita.

Hal demikian terjadi kepada saya. Nama saya Restu Alpiansah. Saat ini saya masih berstatus sebagai mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Mataram. Saat ini saya sudah duduk di bangku semester 6. Bangku yang sudah sebentar lagi saya tinggalkan, yang kemudian akhirnya saya akan kembali lagi kehadapan masyarakat. Mengabdi kepada masyarakat atas ilmu-ilmu yang pernah saya dapatkan selama berada dibangku kuliah.

1456064917480
we smiled together….

Banyak ilmu yang saya dapatkan selama mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Banyak pelajaran hidup yang dapat dipelajari yang tentunya memperkaya pengetahuan. Satu ungkapan dari seorang Anonim yang senantiasa saya ingat adalah “ilmu itu ibarat air sumur, semakin sering ia ditimba maka akan semakin besar dan bening airnya. Semakin jarang airnya dipakai, maka airnya akan menjadi keruh dan bahkan bisa kering. Begitu juga dengan ilmu, semakin sering dibagi kepada orang lain, maka akan semakin bertambah ilmu kita, dan begitu juga sebaliknya”. Ungkapan tersebut memotivasi saya untuk senantiasa berbagi kepada orang lain.

1456673773881
Teach them, make me happy

Akhirnya saya memutuskan diri untuk bergabung pada salah satu organisasi non formal yang bergerak dalam bidang kesukarelawanan yang bernama Aksi Indonesia Muda. Di AIM kami melakukan kunjungan di daerah-daerah terpencil yang jarang mendapat perhatian khalayak ramai. Tempat yang kami pilih adalah desa Medas, desa terpencil yang terletak di Gunung Sari, kabupaten Lombok Barat. Disana terdapat sebuah sekolah kecil dengan perlengkapan dan peralatan sekolah yang seadanya. Bahkan presiden merekapun masih Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini karena photo presiden diatas papan tulis mereka saja tidak pernah mereka ganti. Sungguh miris memang keadaan sekolah tersebut. Namun meskipun demikian, meskipun mereka tak punya bangunan mewah, laboratorium, dan perlatan canggih seperti di kota Mataram, namun mereka memiliki semangat dan motivasi sekolah yang luar biasa yang bahkan bisa mengalahkan anak-anak kota Mataram. Hal inilah yang membuat saya bangga kepada mereka. Semangat belajar mereka sangat tinggi. Disana saya dan kawan-kawan AIM memberikan mereka banyak hal. Mulai dari mengajarkan mereka pelajaran Bahasa Inggris dan bernyanyi. Tak lupa pula kami selingi dengan permainan lucu, yang tentunya menambah keceriaan kami.

1456673789558
who wants to be a President?

Mereka adalah anak-anak yang sangat luar biasa. Meskipun hari itu dalam keadaan berpuasa, karena hari kamis saya selalu puasa sunah, yang dimana saya terkadang merasa lapar, namun menghadapi senyuman mereka semuanya menjadi hilang. Rasa lapar ini bahkan mampu terganjal dengan senyuman dan tawa mereka. Mereka memang benar-benar anak ajaib. Saya yakin satu, dua, atau tiga, atau bahkan lebih diantara mereka akan menjadi pemimpin bangsa ini kelak dimasa yang akan datang. Saya merasa sangat bangga bisa berbagi ilmu kepada malaikat-malaikat kecil tersebut. Tak ada aktvitas yang semenyenangkan menjadi seorang sukarelawan. Yang setiap saat dapat tertawa dan tersenyum dengan candaan anak-anak bangsa yang kelak menjadi pemimpin masa depan.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s