Siklus Perolehan dan Pembayaran Beban dibayar dimuka dan Perelengkapan Kantor

TUGAS

SIKLUS PEROLEHAN DAN PEMBAYARAN BEBAN DIBAYAR DIMUKA DAN PERLENGKAPAN KANTOR

Disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Auditing Tiga

OLEH

RESTU ALPIANSAH

A1C 013124

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MATARAM

2016

SIKLUS PEROLEHAN DAN PEMBAYARAN BEBAN DIBAYAR DIMUKA DAN PERLENGKAPAN KANTOR

  1. PROGRAM AUDIT

Tujuan audit, adalah untuk meyakinkan bahwa:

  1. Saldo per tanggal neraca merupakan beban yang masih mempunyai manfaat dimasa yang akan datang.
  2. Penambahan selama periode pemeriksaan merupakan pembebanan yang wajar terhadap akun tersebut, serta merupakan beban yang masih mempunyai nilai manfaat dimasa yang akan datang.
  3. Pembebanan beban yang dibayar di muka memang merupakan beban untuk tahun berjalan dan telah dihitung atas dasar yang dapat diterima dan konsisten dengan dasar yang digunakan periode sebelumnya (accuracy and cut off)
  4. Akun-akun tersebut telah diklasifikasikan dengan tepat dan hal-hal yang penting telah diungkapkan dalam laporan keuangan (classification and disclosure)

 

  1. PROSEDUR AUDIT YANG DIPERLUKAN

           

Prosedur Pemeriksaan Subtantive Sewa Dibayar di Muka ( Prepaid Rent )

  1. Minta rincian (schedule) prepaid rent per tanggal neraca.
  2. Check ketelitian perhitungan mathematic (mathematical accuracy).
  3. Cocokkan saldo prepaid rent per tanggal neraca dengan saldo buku besar (general ledger) prepaid rent.
  4. Cocokkan saldo awal prepaid rent dengan kertas kerja pemeriksaan tahun lalu.
  5. Lakukkan vouching untuk pembayaran prepaid rent di tahun berjalan dan pemeriksaan lease agreement ( jika sudah dilakukan di compaliance test, refer ke kertas kerja compliance test ).
  6. Tie-upltie-in (cocokkan) total yang dibebankan sebagai biaya sewa ke buku besar biaya sewa.

Dalam hal ada biaya sewa yang langsung dibebankan ke perkiraan biaya sewa ( tanpa melalui prepaid rent ), jumlah biaya sewa di buku besar akan terlihat lebih besar.

  1. Buat usulan audit adjustment jika diperlukan.

Prosedur Pemeriksaan Substantive Premi Asuransi Dibayar di Muka (Prepaid Insurance)

  1. Minta rincian prepaid insurance per tanggal neraca.
  2. Check mathematical accuracy.
  3. Cocokkan saldo prepaid insurance per tanggal neraca dengan saldo buku besar (general ledger) prepaid insurance.
  4. Cocokkan saldo awal prepaid insurance dengan kertas kerja pemeriksaan tahun lalu.
  5. Lakukkan vouching untuk pembayaran premi asuransi di tahun berjalan, perhatikan apakah ada discount untuk pembayaran tersebut.
  6. Periksa polis asuransi dan cocokkan data dalam polis asuransi dengan rincian prepaid insurance.
  7. Tie-up total yang dibebankan sebagai biaya asuransi ke buku besar biaya asuransi.
  8. Periksa apakah nilai pertanggungan ( insurance coverage ) cukup atau tidak dalam arti tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
  9. Perhatikan apakah di dalam polis asuransi terdapat BANKER’S CLAUSE, maksudnya apakah dalam polis asuransi tersebut ada salah satu pasal yang menyebutkan bahwa kalau terjadi klaim, karena yang diasuransikan terbakar atau hilang, maka ganti rugi harus dibayarkan kepada bank.
  10. Buat usulan audit adjustment jika diperlukan.

Prosedur Pemeriksaan Substantive Prepaid Advertising :

  1. Minta rincian prepaid Advertising per tanggal neraca.
  2. Check footing dan cocokkan saldo akhir prepaid advertising ke buku besar dan saldo awal ke kertas kerja pemeriksaan tahun lalu.
  3. Periksa bukti pembayaran dan surat perjanjian ( untuk iklan di tv/radio/bill board ) dan bukti pembelian ( untuk barang-barang souvenir ).
  4. Periksa kebenaran pembebanan ke biaya; untuk barang-barang souvenir harus dilakukan stock opname ( perhitungan fisik ) pada akhir tahun.

Prosedur Pemeriksaan Subtantive Prepaid Taxes :

  1. Minta rincian prepaid taxes pertanggal neraca (rincian bisa per jenis pajak atau di campur).
  2. Check footing dan cocokan saldonya dengan buku besar.
  3. Untuk pajak penghasilan, bandingkan angka prepaid taxes di rincian dengan SPT PPH Badan.
  4. Untuk Pajak Pertambahan nilai (PPN Masukan), bandingkan angka prepaid taxes di rincian dengan SPT Masa (SPM)

Di dalam top schedule biasanya auditor harus mencantumkan kesimpulan dari hasil pemeriksaan atas perkiraan tersebut, apakah menurut pendapat auditor, perkiraan tersebut disajikan secara wajar atau tidak.

  1. KERTAS KERJA PEMERIKSAAN
Keterangan Ref.KK Per Klien 31/12/12 PARE Per Audit 31/12/12 Per Audit 31/12/11
Dr Cr
Asuransi Dibayar Dimuka 3.000.000
Sewa Dibayar Dimuka 20.000.000 5.000.000 15.000.000
Pajak Dibayar Dimuka
Perlengkapan Kantor 7.500.000
KLIEN

PT.PETA

SKEDUL:

Beban Dibayar Dimuka dan Perlengkapan Kantor

Dibuat Oleh: Restu Diperiksa Oleh: Alamsah Indeks:

G

Tanggal: 31/12/12 Tanggal:

01/01/2013

Periode:

31/12/2012

Catatan Pemeriksaan:

1.      Asuransi Dibayar Dimuka

Kami mendapatkan informasi bahwa klien hanya mencatat pembayaran premi asuransi pertama kali pada tanggal 1 Januari 2012, sedangkan sebelumnya perusahaan mengasuransikan aset tetapnya sebesar Rp. 1.200.000 dan persediaan dagangnya sebesar Rp. 1.000.000 sebagai nilai polis.

Implikasi dari hal tersebut, kami memilih untuk mengajukan penyesuaian dengan membuat jurnal tambahan.

 

Beban asuransi   Rp.2.200.000

   Kas                        Rp.2.200.000

2.      Sewa Dibayar Dimuka

Untuk kasus ini, kami memilih untuk melakukan penyesuaian terhadap akun sewa dibayar dimuka, dikarenakan pihak klien belum melakukan pembebanan terhadap akun sewa dibayar dimuka selama jangka waktu 3 bulan.

 

Beban Sewa Rp. 5.000.000

   Sewa Dibayar dimuka Rp. 5.000.000

 

Kesimpulan Pemeriksaan:

Menurut pendapat kami, saldo beban dibayar dimuka dan perlengkapan kantor klien telah disajikan secara wajar dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku Umum.

 

KLIEN

PT.PETA

SKEDUL:

Beban Dibayar Dimuka

Dibuat Oleh: Restu Diperiksa Oleh: Alamsah Indeks:

G

Tanggal: 31/12/12 Tanggal:

01/01/2013

Periode:

31/12/2012

***

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. iin inayah says:

    ka itu asuransi dibayar dimuka
    bisa ada jurnal 2.200.000 dari mana ya ?
    terimakasih

    Liked by 1 person

  2. Sudah memang yg diketahui mbk…

    Liked by 1 person

  3. Oh yang itu… Sorry …. Itu hasil akumulasi dari asuransi yg belum di record by auditee

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s