Sobat… Dosen Idaman Itu Bukan Seperti Ini. Kritislah!

A: Hey bro… dosen itu baik nggak sih?

B: Sumpah baik banget bro. Kemarin gue gak bisa-bisa amet jawab soal, tapi dapat A. Dosennya juga nggak pernah ngasi tugas broo, beliau itu bener-bener pengertian sama kita. Kalau nggak masuk aja kita tetap bisa absen loh…. Keren kan?

A: wah… iya keren… semoga semester depan diajarin beliau lagi ya. ….. Terus kalau dosen yang satuan itu gimana bro?

B: wah itu mah dosen killer bro… nggak pernah libur, ngak boleh telat semenit, ontime melulu datengnya, nggak ada waktu pemanasan dulu. Tugasnya gile bro…. segunung. Terus pelit banget sama nilai bro… pokoknya nggak enak deh diajarin sama beliau itu bro….

 guru_galak

Lantas…. Apakah sebenarnya definisi dosen yang baik dan buruk?

Jarang memberikan tugas, sehingga mahasiswanya berleha-leha tidak belajar?

Jarang masuk kelas sehingga mahasiswanya bebas nongkrong di kampus?

Biasa saja, tidak mengerjakan tugas, kemudian tiba-tiba diberikan Nilai A tanpa sebab, padahal nilai kita belum tentu sesuai dengan kualitas kita?

Atau, dosen yang selalu memberikan tugas, on time masuk, dan membenci pecontek? Yang semua itu semata-mata untuk kebaikan mahasiswa itu sendiri.

Mana definisi dosen baik dan buruk menurut versi sobat?

Saya rasa sobat telah memahami betul definisnya…

***

Hai sahabat mahasiswa seantero khatulistiwa!…. bagaimana kabar hari ini? Semoga baik ya…Bagaimana tugas kuliah kalian? Masih berapa tumpukan? Hehehe…. Namanya saja mahasiswa, memang harus siap dan kuat dalam menghadapi tugas yang bertumpuk-tumpuk, yang jika semua tugas mahasiswa di Indonesia ini ditumpuk disatu tempat, mungkin akan bisa menjadi tangga ke Bulan. Hehe…. Sabar…. Kelak semua akan kebayar kok….

Ohya sobat…. Bagaimana dengan dosen kalian semester ini?

Kalem?

Pendiem?

Ramah?

Cerewet?

Cuekan?

Atau Killer?

Wah-wah tentunya beragam ya.

Eits…. Dosen yang kalian anggap kalem, santai, dan sering memberikan nilai A belum tentu baik loh? Dan dosen yang kalian anggap killer dan sering memberikan nilai C belum tentu jahat loh? Kok bisa… Biar tidak mati panasaran, berikut tipe-tipe dosen yang sebenarnya diidolakan oleh mahasiswa namun sesungguhnya tidak memberikan kebaikan kepada mahasiswa itu sendiri.

  1. Masuk hanya memberikan Absen

12556117_178720539158733_1061450059_nDosen seperti ini terkadang memang sangat disukai oleh para mahasiswa. Jujur saja, apakah elu juga salah satunya? Dosen seperti ini terkadang menjadi primadona dikalangan para mahasiswa, karena simple, dikelas tidak perlu belajar, cukup dengan isi absen saja, kegiatan perkuliahan selesai. Sebagai seorang mahasiswa yang seharusnya berpikir kritis, tidak seharusnya kita menyukai moment seperti itu, karena justru itu yang akan membuat kita semakin mengalami kekosongan ilmu. Logikanya, jika kita hanya sekedar absen, berarti kita ke kampus hanya untuk mengisi absen, bukan untuk menuntut ilmu. Dosen seperti ini perlu untuk diwaspadai, jangan dibiarkan terus menerus, generasi muda bisa hancur. Jika sobat menemukan dosen seperti ini masih bergentayangan dikampus, segera tegur beliau atau laporkan saja ke jurusan, agar beliau segera mendapatkan teguran. Ingat, elu harus sadar dengan kondisi tersebut. Jangan malah senang tidak menerima materi kuliah. Still remember, time is money, so don’t waste it.

  1. Terlalu Santai, Tidak pernah Memberikan Tugas

Katy-2Dosen tipe ini adalah dosen yang kebanyakan menjadi dosen unggulan dikalangan para mahasiswa. Tak heran juga jika ia terkadang menjadi dosen favorit para mahasiswa. Seharusnya dosen dijadikan primadona karena prestasi mengajarnya yang bagus, menejelaskan dengan cara mudah sehingga dipahami semua mahasiswa, dan memberikan semangat belajar kepada mahasiswanya. Tapi memang terkadang dunia ini sangat aneh. Yang nyata-nyata tidak mempercerah masa depan dijadikan idaman. Sahabat mahasiswa, open your eyes, dosen seperti ini bukan untuk difavoritkan, namun untuk diwaspadai. Dosen tidak pernah memberikan tugas bukanlah hal yang perlu dibanggakan, karena kemungkinan besar ia memang tidak peduli dengan nasib mahasiswanya. Justru dosen yang memberikan tugas kuliahlah yang lebih peduli dengan nasib mahasiswanya. Tentunya, bukan sok tugas yang hanya untuk memberatkan mahasiswanya. Bukankah tugas itu mejadikan kita orang yang bertanggung jawab? Karena kelak didunia kerja kita akan berhadapan dengan tugas yang sangat menumpuk dari atasan, yang terkadang dengan deadline yang sangat gila. Sehingga, dosen memberikan tugas tujuannya adalah agar sang mahasiswa menjadi terbiasa dan terlatih dalam mengerjakan tugas. Agar kelak di dunia kerja kita tidak mengalami shock working. Sehingga dosen yang memberikan tugas kepada mahasiswanya merupakan dosen yang perduli dengan nasib masa depan mahasiswanya. Sehingga justru dosen seperti  inilah yang perlu kita banggakan. Say thank you kepada mereka adalah hal yang seharusnya kita lakukan. Bukan malah mencibir dosen yang terlalu sering memberikan tugas. Berpikir positif thinking lah sobat dengan tugas-tugas tersebut.

  1. Tidak ada Usaha Untuk mengganti Mata Kuliah yang Tidak dihadiri.

KeatnOnDskMahasiswa juga sangat menyukai hal ini. Kita merasa bahwa perkuliahan yang sebelumnya tidak diisi kemudian tidak diganti oleh sang dosen ibarat durian jatuh di musim mangga. Senangnya luar biasa. Dosen seperti ini adalah dosen yang tidak perduli sama sekali dengan kuiah mahasiswanya. Ia menganggap jadwalnya yang tidak masuk di kelas bisa digantikan hanya dengan tanda tanggan saja 2 kali. Tidak perlu ganti. Untuk hal ini seharusnya mahasiswa tidak boleh terbuai, karena justru ini membuat mahasiswa itu sendiri memiliki mental yang lemah. Lantas apa bedanya mahasiswa dengan pejabat publik yang masuk penjara gara-gara terbuai suapan dari pelaku suap? Tanda tangan 2 atau 3 kali itu adalah ibarat suapan dari sang dosen. Seharusnya sebagai mahasiswa yang kritis kita tetap mencari jadwal pengganti, karena jika tidak ilmu yang seharusnya masuk, tidak jadi masuk karena tidak dapat diganti. Ibarat uang, ilmu dari dosen yang belum dijelaskan juga sama. Jika ia belum menggantinya, jangan dilunasi begitu saja. Tapi tetaplah tagih. Itu sudah menjadi kewajiban beliau kok.

  1. Jarang Masuk

Stress-Management01Dosen tipe ini adalah dosen pujaan sebagian besar mahasiswa, bahkan mungkin mayoritas mahasiswa. Dosen yang jarang masuk berarti jarang memberikan materi kuliah kepada mahasiswa. Hey sob… coba pikir-pikir deh.. ibarat materi kuliah itu adalah makanan, jika tidak makan maka kita akan kelaparan. Sama halnya dengan materi kuliah, kalau dosen tidak masuk berarti tidak ada makanan yang akan kita santap, seharusnya kita menjadi kelaparan akan ilmu. Namun sayang, mahasiswa malah mendoakan dosennya agar jarang masuk. Dan sang dosenpun terkadang lebih memilih untuk sibuk dengan side job atau urusan yang lain. Mahasiswa mengatakan ini adalah kondisi saling menguntungkan. Astaga… apanya yang menguntungkan coba, justru ini malah merugikan mahasiswa karena tidak bisa mendaptakan ilmu dalam perkuliahan tersebut. Dosen jarang masuk seperti ini perlu kita waspadai, bukan malah diidolakan.

  1. Masuk namun hanya Bercerita.

mahasiswa-akhir-Dosen tipe ini adalah dosen yang berada pada posisi 50:50, mengapa demikian? 50 % persen mahasiswa menyukainya sedangkan sisanya lagi tidak menyukainya. Yang menyukainya sebenarnya bukannya suka dengan cerita sang dosen yang entah membahas apa, namun senang karena materi yang disampaikan dosen tidak membahas mata kuliah yang dianggap memberatkan otak. Sehingga mendengarkan cerita dosen dianggap lebih baik dan seru daripada mendengarkan pengajaran mata kuliahnya. Sedangkan pihak yang tidak suka bukanlah pihak yang tidak suka cerita, namun ia merupakan pihak yang lebih memilih untuk pulang saja. Karena sama-sama percuma saja, sama saja dengan tidak kuliah. Intermezzo itu memang penting sob, tapi jangan sampai kebablasan. Ibarat burung saat diberikan makan. Jangan sampai salah diberikan makanan, nanti dia bisa mati. Nah kasusnya sama seperti ini. Jangan sampai sobat sebagai mahasiswa salah diberikan makanan oleh sang dosen. Yang jelas materi kuliah adalah makanan wajib bagi mahasiswa. So, sebagai mahasiswa yang kritis, tidak seharusnya kalian terlalu suka dengan sikap dosen yang seperti ini, apalagi malah memancing beliau untuk terus-terus curhat disegala sesi. Itu justru membahayakan sobat sekalian.

  1. Masuk kelas Cuma Sebentar. Then Go…

dosen telatDosen seperti ini biasaya Cuma masuk sebentar kemudian menitipkan absen, dan izin meninggalkan kelas begitu saja. Mahasiswa bagaimana? Wah senangnya luar biasa. Sebagai mahaiswa yang kritis, tidak seharusnya mahasiswa bertindak seperti itu. Ibarat ibu dan anak pada saat memberi makan anaknya. Sang anak masih berumur 2 tahun, kemudian sang ibu hanya menaruh piring saja di depan sang anak, tanpa ada makanan sedikitpun. Bisakah sang anak kenyang? Boro-boro kenyang , makan saja belum. Nah kasusnya sama degan mahasiswa dan dosen ini. Jangan pernah mau kegiatan perkuliahan berjalan seperti ini, yang rugi itu adalah mahasiswanya sendiri. Jika memang hal ini harus terjadi, lebih baik usulkan kepada beliau untuk tidak masuk saja, dan mencari jam gantinya. Itu akan lebih baik dari pada hanya sekedar berpura-pura kuliah. Kalau sobat senang dengan dosen yang seperti ini, lantas sekalian saja tidak kuliah. Mengapa harus repot??

  1. Masuk kelas hanya Marah-marah tanpa alasan yang jelas

meme-anak-kuliahanDosen tipe ini kini sudah tidak terlalu banyak. Karena populasinya kini sudah semakin menurun di geret zaman. Gaya mengajar zaman dahulu dengan sekarang sangat berbeda, jika dulu para pengajar mengajar dengan tongkat untuk menghukum, memakai mulut untuk mengomel, kini itu semua tak berlaku lagi. Kebanyakan  dosen yang sadar akan perubahan dan kondisi zaman sekarang memilih untuk tidak melanjutkan cara kuno tersebut. Namun bukan berarti dosen tipe ini sudah punah sama sekali. Ia tetap ada. Disetiap kampus, bisa dipastika biasanya terdapat minimal satu orang dosen yang berjenis seperti ini. Ditakuti mahasiswa, memberikan nilai buruk tanpa negosiasi, dan tidak sungkan untuk membentak jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan lintasan rel kereta apinya. Namun hal buruknya adalah, marahnya tidak sebanding dengan cara mengajarnya. Di dalam kelas ia hanya marah-marah tidak jelas, menyalahkan sesuatu yang bersifat abstrak. Sedangkan materi kuliah hampir tak mencapai 50 persen. Mahasiswa hanya manggut-manggut sebagai penonton setia menyaksikan luapan emosinya. Dosen seperti ini sudah pasti jarang disukai oleh mahasiswa, dan dosen seperti ini memang patut untuk kalian berhati-hati. Api sudah membara, jangan sampai sobat siram lagi dengan minyak tanah. Awas…. Kebakaran…

  1. Cuek dengan Kenakalan dan Kecurangan

1763

Dosen seperti ini bukannya baik, melainkan tidak perduli dengan nasib mahasiswanya. Logikan seperti ini, jika sobat terluka, pasti orang tua sobat akan merasa panik dan berusaha untuk mencari obat untuk mengobati luka sobat agar segera sembuh. Setelah itu orang tua akan memberikan nasihat agar sobat tidak terjatuh ke dalam lubang yang sama. Begitupula ketika sobat berlaku nakal, orang tua pasti tidak akan segan-segan untuk menjewer telinga sobat, agar sobat bisa menyadari kesalahan sobat, dan tidak menjadi anak yang bandel. Hal itu dilakukan bukan karena ia tidak sayang, melainkan karena itulah cara ia melindungi anaknya dari sifat buruk. Justru jika orang tua tidak perduli dengan tindakan anaknya, berarti ia tidak perduli dengan masa depan anaknya. Hal ini sama dengan dosen yang berpura-pura tidak engah terhadap perilaku mahasiswanya. Dia membiarkan mahasiswanya berlaku nakal dan curang bukan berarti ia sayang kepada mahasiswanya, melainkan ia tidak perduli terahadap masa depan dari mahasiswa. Oleh sebab itu, dosen seperti ini seharusnya tidak kita bangga-banggakan, melainkan kita harus berhati-hati.

  1. Datang kesiangan pulang tepat waktu

Gambar-lucu-Meme-Sakitnya-Tuh-Disini-5Dosen tipe ini adalah tipe dosen yang tidak konsisten. Datang kesiangan namun pulang tepat waktu. Sebagian besar mahasiswa menyukai dosen tipe ini, alasan klasik, belajar dalam kelas tidak terlalu lama. Dosen yang seperti ini memang sangat disukai oleh para mahasiswa, bahkan kalau bisa dari tiga jam mata kuliah, sang dosen datang 15 menit sebelum berakhir. Padahal jika dihitung secara matematis, sudah berapa banyak ilmu yang hilang dengan sistem tersebut. Mahasiswa seharusnya tidak bertepuk tangan dengan kondisi ini, seharusnya mahasiswa berhati-hati dengan dosen tipe ini.meme-dosen3.jpe

  1. Mengganti mata kuliah namun hanya sekedar Seremonial

Kasus ini banyak terjadi di kampus. Terkadang jadwal mata kuliah sering terbentur dengan hari libur nasional atau dosennya berhalangan untuk hadir. Sebagai konsekuensinya, sang dosen akan berusaha  untuk mengganti mata kuliah yang sempat tak dapat diisi tersebut. Wah… mulia sekali ya… Eits nggak usah proud dulu, terkadang ada dosen yang kurang serius memberikan jam ganti kepada mahasiswanya. Terkadang ia memberikan mata kuliah ganti hanya untuk seremonial saja, agar tanda tangan perkuliahan terpenuhi, agar disaat kaklukasi tanda tangan untuk persyaratan ujian akhir sang dosen tidak terkena sanksi dari jurusan. Karena kuliah hanya dilakukan sebatas sermonial semata, dosen bersangkutan biasanya hanya mengisinya dengan curhatan yang tidak berhubungan dengan mata kuliah. Sekalipun mengisi, terkadang ia bermesraan dengan layar laptop, tanpa melihat mahasiswanya mendengarkan atau tidak. Hal yang lebih parah lagi adalah, boro-boro masuk dan menjelaskan, terkadang ada pula yang hanya sekedar memberikan absen kepada ketua tingkat, kemudian tanda tangan, dan sang dosen hanya masuk sebenar hanya untuk opening speech semata. Setelah itu pulang…. Kondisi seperti seharusnya tidak disenangi oleh mahasiswa, karena sesungguhnya itu merugikan mahasiswa itu sendiri. So… hati-hati dengan dosen bertipe ini.

Esa Lara
ada…. ada saja…. hehehe

Nah sobat sekalian, dari apa yang gue paparkan diatas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa definisi dosen yang baik bukanlah dosen yang jarang masuk, masuk tapi sekedar tanda tangan, atau yang banyak liburnya. Namun dosen yang baik adalah dosen yang memikirkan masa depan mahasiswanya. Dosen yang peduli dengan nasib mahasiswa dimasa yang akan datang. Meskipun mereka memberikan kita banyak tugas, hal itu bukan berarti dia jahat. Melainkan itu adalah  bentuk dari perhatiannya kepada kita. Dengan tugas yang diberikan, maka kita akan terbiasa untuk bekerja keras dan memiliki sikap tanggung jawab yang tinggi. Sehingga kelak di dunia kerja kita akan menjadi orang yang sukses.

Semoga kita semua dapat menjadi generasi muda yang mampu menciptakan masa depan bangsa yang lebih baik lagi.

Tetap semangat dan rajin belajar ya Sobat!!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s