Anda Tidak Butuh Seorang Motivator. Karena Anda Bukan Orang Yang Lemah!

Hayolah sahabat, siapapun anda, apaun profesi anda, apapun pendidikan anda, anda adalah orang yang kuat. Orang kuat akan selalu mampu memotivasi dirinya sendiri sekalipun ia telah terjatuh kedasar jurang sekalipun. Anda bukan orang lemah. Karena hanya orang lemahlah yang membutuhkan orang lain sebagai motivator.

Terkesan memang sangat menantang artikel saya pada kesempatan kali ini. Namun rupanya saya sudah tidak tahan untuk mengungkapkan pendapat saya mengenai hal ini. Saya ingin tegaskan kepada anda, mungkin lebih tepatnya lagi kepada kita semua, bahwa kita sebagai manusia adalah mahluk yang kuat, mahluk yang sempurna, dan mahluk yang memiliki keistimewaan yang luar biasa dibandingkan dengan yang lainnya. Lantas mengapa kebanyakan diantara kita selalu memberikan bad lable kepada diri kita sendiri? Yang diamana itu hanya membuat diri kita menjadi lebih terpuruk saja?

Sahabat, kita tidak butuh orang lain sebagai motivator untuk hidup kita, karena kita bukanlah orang yang lemah yang harus dikasihani. Hanya orang lemah dan tak memiliki harapan hidup saja yang memerlukan sang motivator.

Sahabat, jika kita sedang mengalami keterpurukan, dan memerlukan semangat dan motivasi, maka diri kitalah yang harus menjadi motivator itu. Kita sendirilah yang harus menyemangati dan memotivasi diri kita sendiri. Bukanlah orang lain. Bukankah diri kita sendiri yang mengetahui siapa diri kita sendiri? Bukan sahabat, teman, suami, istri, bahkan orang tua kita. Sedekat apapun kita dengan orang lain, tetap saja kita sendirilah yang mengetahui siapa diri kita sendiri. Hanya kita yang paling tahu mengenai siapa diri kita itu sebenarnya. Sehingga hanya diri kita sendirilah yang paling mengetahui apa motivasi yang sesuai untuk membangkitkan semangat hidup kita yang sempat meredup.

Apa buktinya kalau kita sebenarnya tak membutuhkan orang lain untuk menjadi motivator?

globe_lg

Sahabat mungkin pernah mengalami kejadian ini. Mengikuti kegiatan seminar motivasi yang di lakoni oleh motivator yang dianggap sangat berpengalaman dengan jam terbang yang berjam-jam. Ia begitu terkenal dengan ungkapan-ungkapan motivasi hidupnya yang membakar semangat. Baik! Saya katakan mungkin di dalam ruangan tersebut sahabat akan benar-benar membara dibakar bensin motivasi oleh sang motivator, bisa dikatakan pada saat itu sang motivator berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Namun bagaimana dengan selanjutnya? Apa yang terjadi setelah anda keluar dari ruangan seminar tersebut? Adakah yang anda bawa? Anda mungkin akan bilang ada, namun sampai kapan itu melekat dalam benak dan hati anda? Sampai kapan anda mampu termotivasi? Saya rasa itu hanya akan bertahan paling lama 2 hari. Itupun yang sudah rekor. Saya yakin setelah waktu berlalu begitu saja, sahabat akan melupakan itu semua. Tangisan dan semangat membara yang pernah sahabat luapkan selama mengikuti kegiatan seminar motivasi sudah tak menempel lagi. Bahkan debunyapun tidak melekat sedikitpun. Sahabat akan kembali seperti semula. Sering merasa stress, terpuruk, terpinggrikan, dan merasa tak memiliki semangat. Lantas apabila itu kembali lagi terjadi, apakah anda perlu mengikuti kegitan seminar motivasi lagi?

Hayolah sahabat, jika anda seperti itu, maka setiap minggu anda akan wajib meluangkan waktu anda untuk mengikuti kegiatan seminar itu demi mendapatkan kepercyaan diri dan semangat hidup. Saya tak menganggap itu adalah kegiatan yang negatif, malah saya sangat mendukung kegiatan tersebut. Namun kita semua perlu ketahui bersama, bahwa dalam diri sahabat sekaliann, terdapat jiwa dan roh motivator yang mampu membangkitkan diri kita masing-masing. Logikanya adalah bahwa saat ini anda telah memiliki cangkul untuk menggali, lantas apakah anda perlu untuk meminjam lagi? Dan mungkin saja cangkul anda lebih bagus daripada orang lain. Lantas perlukan lagi anda meminjam cangkul tetangga? Saya rasa tidak.

Sahabat, anda adalah seorang motivator untuk diri anda sendiri. Dalam diri kita masing-masing, terdapat bakat itu. Pernahkah anda mengunggah status kemudian memunculkan kata-kata semangat? Apa tujuannya? Saya rasa sudah sangat jelas, bahwa anda ingin memotivasi diri dan juga orang lain. Lantas apa namanya ini? Bukankah anda sudah menjadi seorang motivator?

Hayolah sahabat, siapapun anda, apaun profesi anda, apapun pendidikan anda, anda adalah orang yang kuat. Orang kuat akan selalu mampu memotivasi dirinya sendiri sekalipun ia telah terjatuh kedasar jurang sekalipun. Anda bukan orang lemah. Karena hanya orang lemahlah yang membutuhkan orang lain sebagai motivator.

Sahabat, mari kita awali hidup kita saat ini dengan menjadi motivator untuk diri kita sendiri. Hidup saya dan anda sangat berharga untuk disia-siakan. Sekali lagi saya tekankan, bahwa hanya orang lemah yang membutuhkan orang lain sebagai motivator. Dan saat ini saya percaya, anda yang membaca artikel saya ini bukanlah orang lemah.

Selamat menjadi motivator bagi diri sendiri sahabat….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s