Untunglah? atau Syukurlah? Jangan Sampai Salah!

Syukur atas kejadian yang telah menimpa diri kita. Hal ini menandakan bahwa kita benar-benar ikhlas menyerahkan diri kepadanya. Kita ini adalah mahluk ciptaan yang maha kuasa, yang memang sudah sepatutnya mensyukuri apapun yang telah terjadi.

beruntung
Beruntung…

Sahabat sekalian mungkin pernah mendengarkan banyak orang yang mengatakan bahwa hidup di dunia Ini ada yang namanya keberuntungan. Keberuntungan merupakan kondisi atau keadaan yang secara tiba-tiba menghampiri tanpa di prediksi dan direncanakan sebelumnya. Untuk anda yang mungkin percaya akan keberuntungan mungkin akan benar-benar merasa terkejut bercampur bahagia karena mendapatkan kebahagiaan atau nikmat yang datang secara tiba-tiba.

            Dalam menjalani kehidupan ini, mungkin masih banyak diantara kita yang masih menganggap kesuksesan orang lain adalah bentuk atau hasil dari keberuntungan. Kasus lain lagi misalnya ketika anda mengikuti sebuah ujian untuk masuk perguruan tinggi atau lamaran kerja. Kemudian secara sengaja anda mengatakan bahwa hasilnya itu tergantung dari keberuntungan orang itu masing-masing. Siapa yang beruntung maka dialah yang akan mendapatkannya. Namun perlu kita renungi kembali, bahwa sebenarnya itu bukanlah keberuntungan. Apa yang kita peroleh saat ini bukanlah karena keberuntungan, melainkan hasil dari kerja keras kita yang disertai dengan uluran tangan tuhan yang maha kuasa.

            Jika kita terus-menerus mengatakan hidup ini adalah keberuntungan, atau bahkan penuh dengan keberuntungan, saya rasa anda keliru. Karena jika percaya akan keberuntungan, itu menandakan bahwa kita tidak percaya dengan skenario yang telah diciptakan oleh yang maha kuasa, yang telah menciptakan seluruh mahluk dan segala isinya di muka bumi ini. Percayalah, bahwa ketika tuhan menciptakan dan menurunkan kita ke muka bumi ini, arah dan tujuan hidup kita pun ikut tercipta, sehingga arah dan tujuan kita sudah jelas akan kemana. Percaya akan keberuntungan berarti kita percaya bahwa hidup ini tak memiliki arah.

            Saya akan ceritakan sedikit pengalaman saya mengenai konsep keberuntungan. Pada suatu hari, saya dibonecengi oleh teman saya menggunakan sepeda motor. Pada saat itu kami akan menyebrangi jalan perempatan yang tidak memiliki traffic light. Sudah bisa ditebak bagaimana kondisi jalan raya tersebut. Ditengah kondisi yang sangat ramai, tiba-tiba seorang pengendara motor tak berhelm dengan tak sabaran menyebarangi jalan yang dimana masih ada kendaraal yang berbeda arah sedang mengendarai kendaraan nya dengan sangat kencang. Sontak pengendara yang tak sabaran tersebut hampir tertabrak oleh kendaraan lain yang melintas dengan tak kalah kecepatannya. Namun, atas izin tuhan, kecelakaan yang sudah saya bayangkan di depan mata tidak terjadi. Lantas dari kejadian tersebut, dapatkah kita mengatakan pengendara tersebut beruntung tidak tabrakan? Sekali lagi saya katakan, bahwa ia tidak beruntung.

Namun tuhan sudah menggariskan bahwa skenario hidupnya tidak untuk kecelakaan pada saat itu. Sehingga sekali lagi saya katakan bahwa itu bukanlah keberuntungan. Hal yang seharusnya kita lakukan jika berada pada saat itu adalah bersyukur. Bersyukur karena sang maha kuasa masih memberikan kesempatan kepada kita.

            Sahabat sekalian, apabila kita menemukan kejadian seperti yang saya ceritakan diatas, atau bahkan kita mengalaminya, berhentilah mengatakan untung, melainkan ucapkanlah syukur kepada yang maha kuasa. Syukur atas kejadian yang telah menimpa diri kita. Hal ini menandakan bahwa kita benar-benar ikhlas menyerahkan diri kepadanya. Kita ini adalah mahluk ciptaan yang maha kuasa, yang memang sudah sepatutnya mensyukuri apapun yang telah terjadi.

Apapaun yang terjadi dalam hidup kita ini, suka ataupun duka, sedih ataupun senang, hal yang harus kita lakukan adalah bersyukur. Karena marah ataupun berontak tidak akan pernah mengapuskan goresan takdir yang telah diciptakan oleh sang maha kuasa. Bersyukur atas apa yang telah terjadi adalah satu-satunya cara untuk mengikhlaskan diri kepada yang maha kuasa.

Dara Ayunda Firman.jpeg-704271
Bersyukur…

Oleh sebab itu kawan sekalian mulai saat ini berhentilah untuk mengtakan hidup ini ada yang namanya keberuntungan. Hidup ini bukan masalah untung-untungan.  Hidup ini bukan taruhan seperti main dadu atau kartu. Kehidupan kita di dunia ini sudah digoreskan oleh pena sang maha kuasa, dan tidak akan pernah berubah sama sekali. Apa yang sudah dituliskan oleh sang maha kuasa sudah  menjadi suratan yang final yang tidak bisa dirubah kembali. Jika anda tetap mengatakanh hidup ini ada keberuntungan maka hal itu seakan-akan anda mengatakan Tuhan itu belum menentukan arah jalan hidup kita masing-masing, padahal kita sudah ketahui bersama, bahka sebelum kita lahirpun Tuhan telah memberikan peta kehidupan kita untuk di dunia ini. Skenario kehidupan kita sudah final. Kapan kita lahir, sukses, bersedih, dan bahkan kembali lagi menghadapnya sudah tertulis di dalam skenario yang maha kuasa. Sehingga di dunia ini tidak ada yang namanya keberuntungan.

Mari bersama-sama menjadi mahluk yang pandai bersyukur…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s