Hey Anak Akuntansi! Ini Dia Hikmah Dibalik Dosen Killer, Tugas Numpuk, dan Begadang Kalian. #Sharing Dari Dunia Kerja

Menjadi seorang akuntan membutuhkan kekuatan fisik dan mental sekuat baja. Jadi seorang akuntan tidak boleh menjadi orang yang manja, karena memanjakan diri justru akan membuatnya tergeser pada dunia kerja.

Mungkin banyak diantara kita yang benar-benar merasa jengkel, sedih, marah, baper, atau perasaan kurang enak lainnya ketika bertemu dengan dosen yang dianggap killer, tugas numpuk seperti gunung rinjani, atau bahkan dengan kegiatan begadang hanya untuk menyelesaikan tugas kuliah, yang sudah sangat jelas menyita waktu nongkrong dan bermain-main kita. Namun percayalah sahabat, ternyata itu semua memiliki makna tersendiri, yang kelak akan kita syukuri ketika kita sudah berada pada lingkungan kerja.

Hey anak Akuntansi….. Bagaimana kabar kalian? Sehatkah? Bahagiakah? Semoga tetap sehat dan bahagia, meskipun saya tahu ucapan basa-basi tersebut tidak akan mudah untuk kalian jawab. Sehatkah? Ini adalah pertanyaan mudah namun sulit untuk dijawab oleh anak akuntansi, alasannya adalah kebanyakan diantara mereka yang mengalami banyak pikiran dan beban tugas kuliah, sehingga tampak sekilas mereka memang sehat, namun sebenarnya mereka sedang mengalami guncangan psikologi, sehingga akan sedikit sulit untuk mendifinisikan kata sehat itu sendiri, sehingga menjawab pertanyaan “sehatkah?” akan sedikit sulit bagi anak akuntansi. Bahagiakah? Sama juga halnya dengan pertanyaan basa-basi yang sebelumnya, pertanyaan ini juga sulit untuk dijawab, karena kebanyakan anak akuntansi akan bingung untuk menjawabnya, alasannya adalah karena mereka sudah lupa kapan mereka sudah bahagia, karena kebanyakan diantara mereka beralasan terlalu banyak tugas, sehingga rasa bahagia mereka cepat mengelupas dimakan beban tugas kuliah dan kerasnya kehidupan di kuliah jurusan akuntansi. Namun bagaimanapun itu, percayalah sahabat, tugas banyak yang numpuk seperti gunung, dosen killer yang hanya mau menang sendiri dan hanya ingin dimegerti namun tak ingin memahami kita , dan tidak tidur semalaman yang pernah kita lakukan selama kuliah, tidak akan sia-sia, karena dibalik itu semua, terdapa banyak sekali manfaat dan hikmah terselebung yang dapat kita petik dan kelak itu semua akan berguna bagi kelancaran karir kita masing-masing dimasa yang akan datang. Untuk saat ini, bersabarlah sahabat… Akan ada saatnya nanti kita akan memetik buah yang pernah kita tanam sebelumnya dengan tanah dan bibit-bibit yang telah kita berikan.

Dosen killer?

image

            Dosen Killer adalah dosen yang dianggap paling menyeramkan di lingkuangan kampus, hal ini dikarenakan beliau dianggap sebagai dosen yang pelit nilai, sering marah-marah, dan tidak pernah tersenyum. Dosen killerpun juga terkenal dengan pemberian tugasnya yang tidak kenal ampun, bahkan melebihi kemamuan mahasiswanya. Namun percayalah sahabat, kita patut bersyukur dapat menemui orang yang seperti itu, karena kelak, bukan hanya akan ada satu orang saja yang seperti beliau, namun akan lebih dari satu orang. Dan siapa tahu juga, sifat dosen kita hampir atau bahkan  sama dengan bos di tempat kerja kita nanti. Sehingga dengan demikian, anak akuntansi sudah benar-benar kebal dan terlatih dalam mengahadapi dosen killer terseebut. Sehingga kelak ketika dilingkungan kerja  kita menghadapi hal yang serupa, kita tidak akan mengalami geger budaya atau biasanya disebut dengan Shock Culture. Sehinga dengan demikian, kita tak perlu menghabiskan banyak waktu lagi hanya untuk meneyesuaikan diri. Karena selama kuliah, kita sudah terbiasa menerima kemarahan, muka masam, dan semprotan dari dosen yang dianggap killer tersebut.

Tugas Numpuk? Deadline Semena-mena?

deadline2

Tugas numpuk dan deadline yang bersikap semena-mena sudah biasa dihadapi oleh anak-anak akuntansi. Sehingga mereka sudah benar-benar biasa dan terlatih dalam mengahadapi kondisi yang seperti itu. Sehingga kelak ketika berada di lingkungan kerja, anak-anak akuntansi tidak akan cepat mengalami stres dalam mengahadapi kondisi tersebut. Hal ini  dikarenakan mereka sudah kebal dan tahan banting di kejar-kejar oleh deadline yang bahkan lebih buas daripada singa.

Begadang?

Sungguh-terlalu-begadang-660x280

“Begadang jangan begadang… kalau tiada artinya, begadang boleh saja, asalkan ada artinya” Sekilas memang lirik lagu yang dilantunkan oleh Bang H.Rhoma Irama tersebut memang benar, karena memang Begadang itu berbahadaya bagi kesehatan, tapi kalau selama itu masih  ada artinya, boleh saja sekali-kali. Tapi sayangnya anak akuntansi begadangnya sudah luar biasa, sehingga bagi mereka begadang adalah sesuatu hal biasa, bahkan bukan anak akuntansi namanya jika tidak begadang hingga pagi. Sahabat sekalian, begadang itu mamang menyakitkan, namun dari begadang tersebut terdapat hikmah yang luar biasa yang kelak di dunia kerja akan dapat dirasakan manfaatnya. Kelak ketika sahabat sudah berada di dalam lingkungan kerja, atasanpun tidak akan tanggung-tanggung untuk memberikan pekerjaan yang menumpuk yang tentunya mau tidak mau menuntut anda untuk begadang, sehingga ketika diminta begadang, teman teman tidak langsung drop, karena semenjak menjadi mahasiswa kita sudah terbiasa mengalaminya. Sehingga daya tahan tubuh kita sudah benar-benar kebal karena saking sudah terbiasanya.

Dari apa yang sudah saya paparkan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa, anak akuntansi memang sengaja diberikan pendidikan seperti itu, karena beban tugas kerja yang berat yang kelak akan dihadapinya dimasa yang akan datang.

Menjadi seorang akuntan membutuhkan kekuatan fisik dan mental sekuat baja. Jadi seorang akuntan tidak boleh menjadi orang yang manja, karena memanjakan diri justru akan membuatnya tergeser pada dunia kerja.

Dosen Killer, tugas numpuk dengan deadline yang tak menentu, bahkan harus begadang setiap hari pernah saya rasakan, rasa pahit dan asamnya memang tidak enak, namun setelah berada dilingkungan kerja, saya mulai menyadari hikmah dari apa yang pernah kita alami selama berada pada bangku kuliah. Percayalah, tuhan itu selalu mempunyai rencana terbaik untuk hambanya, yang hanya saja tidak diketahui oleh hambanya. Percayalah, tuhan akan senantiasa berada di hati kita masing-masing.

sign4

Semangat Anak Akuntansi…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s