Dan Ketika Tuhan Terasa tak Adil Telah Memisahkan Kita Sahabat.

Namun setelah berpikir panjang, tuhan maha adil, ia telah membelah kita ke jalan masing-masing agar kita bisa merajut mimpi masing-masing, karena pada suatu saat nanti, kitapun akan satu persatu dipanggil olehnya. Dan kitapun harus siap melepas ikatan itu satu persatu.

“Dan ketika tuhan telah mempertemukan kita, kita akhirnya bersama. Merajut mimpi bersama-sama siang dan malam. Waktu terus berputar, ia seolah-olah merevolusikan semut menjadi gajah. Tuhan terasa tak adil, ia pertemukan kita, dan membiarkan kita menjalin persahabatan dengan nyaman, namun dibalik itu semua ia tetap memutar roda kehidupan ini sehingga ia tetap berputar, dan akhirnya kehidupan yang pernah kita lalui bersama kini telah menjadi hanya sebuah kenangan. Namun setelah berpikir panjang, tuhan maha adil, ia telah membelah kita ke jalan masing-masing agar kita bisa merajut mimpi masing-masing, karena pada suatu saat nanti, kitapun akan satu persatu dipanggil olehnya. Dan kitapun harus siap melepas ikatan itu satu persatu.”

penarikan%f0%9f%98%bf_4348
KKN TEMATIK UNIVERSITAS MATARAM 2016-KARBO 16

*

Ketika pada suatu hari tuhan mempertemukan kita

Disebuah tempat yang tak pernah sebelumnya kita pikirkan

Bahkan burung-burung gerejapun tak tahu bocorannya

Kita bersua dan bercengkarama ala kadarnya

Saat itu kalian masih lugu dan  polos

You try to hide your self there

But I know it’s only your mask

You used the thin mask there honey

So I can see it…..

*

Pada saat itu kau tampak malu-malu kawan

Bahkan huruf A tak mampu keluar dari mulut kalian

Perasaan malu dan canggung tak tahu arahnya dari mana, tapi ia begitu besar, bahkan mampu membelah lautan hingga tsunami badai, entah dari mana asalnya

Namun sedikit demi sedikit, lidah ini tak ngilu lagi, ia sudah mulai lemas lagi

Dan mampu mengucapkan sepatah dua patah kata

Walau secuil kata yang mampu kau ungkapkan, namun itu telah mampu membentuk formasi persahabatan kita, yang kini sudah sangat kuat, hingga mampu menjadi tali jembatan yang mampu disebrangii sang gajah dan si pitung karena kuatnya

Tali persahabatan kita semakin kokoh, dan tempat itu adalah sejarahnya

*

img_1866
RESTU-DINI

Kawan…. Dulu aku memanggilmu kawan

Namun seiring perputara roda bumi yang semakin cepat

Seiring revolusi semut menjadi gajah

Kata kawan berubah menjadi sahabat

Dan itulah yang membuat kita semakin saling mencintai dan menjagai satu sama lain

Walaupun darah kita tak sealir,

Namun jiwa kita satu, sehingga  hati ini selalu kompak untuk menyebut huruf A

*

Sahabat…. Mantan temanku….

Banyak hal yang sudah kita lalui bersama

Dinding rumah itu telah menyimpan dan mengingat banyak sekali kenangan tentang kita,

Ia memang benda mati kawan, namun ia punya mata dan telinga, yang senantiasa melihat kemesraan kita, dan mendengarkan segala keluh kesah kita bersama

Begitu juga dengan tanaman-tanaman di depan rumah,

Mereka memang hidup, namun mungkin kita mengaggapnya tak dapat berpikir,

Namun sebenarnya, ada ribuan kenangan manis yang selalu ia simpan untuk kita semua, dan ia akan selalu mejaga kenangan manis itu hingga kita telah berubah menjadi sebuah kenangan

*

img_1845
RESTU-ANDARA

Sahabat….

Kita memang sudah tak hidup bersama lagi,

Tak menangis bersama lagi,

Tak tertawa bersama lagi,

Namun berhar-hari yang pernah kita lalui telah membentuk formasi ikatan tali persahabatan yang sangat kuat diantara kita semua.

Kenanglah masa-masa kita bersama kawan,

Jangan lupakan seperti malin kundang yang melupakan ibunya

Burungpun akan menangis jika kau melupakannya

Kita telah satu hati,

Jangan biarkan orang lain membelah hati ini,

Jangan biarkan ia berkeping, karena ia sudah terbentuk dari ribuan kubik keringat

*

img_1837
RESTU-MIMI-NUZHUL

Tuhan mohon lindungilah kami semua

Kami memang bukan orang yang selalu berbuat kebaikan sepanjang hidup kami

Namun kami tahu bahwa kami adalah mahluk yang tak akan pernah luput dari yang namanya dosa,

Jagalah kami dari keburukan yang dapat memutuskan tali persahabatan kami

Agar formasi persahabatan ini tetap terjalin dengan erat

Hindari dari burung gagak ganas yang tak tahu malu mengigit segala hal dari kami

Tuhan….

Hidup dan mati kami berasal darimu.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s