Ketika Bintang tak Mampu Mencintai Rembulan.

*** Bintang terus benderang menyinari sang malam Ia bagaikan raja yang gagah diatas singgasana megah Sang bintang senantiasa bergaya di atas sana Sang langitpun di hipnotis olehnya Sang bintang mampu memberikan cahaya yang luar biasa kepada sang jagat raya * Sang bintang memang rupawan diantara ribuan benda di langit bima sakti ini Planet-planet lain masih…

Mengutuk Tuhan dan Pantaskah?

 Ketika langit secara terus menerus merenggut segala kebahagiaan yang kita miliki. Tanpa henti membabi buta merenggut segalanya. Pada saat posisi berada di dalam lubang terbawah, mengutuk tuhan adalah cara yang paling ampuh untuk meredakan amarah yang menyala. Sudah adilkah tuhan kepada seluruh hambanya? *** Manusia adalah pemimpin di muka bumi ini. Manusia adalah mahluk sempurna…

Indonesia Kesurupan Mars Perindo.

Mars Perindo ibarat aungan singa yang sedang lapar dan membutuhkan mangsa. Aungannya melengking hingga kepolosok nusantara. Suaranya menggema, dan memekikkan telinga bagi yang tak suka mendengarnya. Namun sayang, ia telah berhasil menghipnotis anak-anak bangsa, hingga mereka selalu menari-nari saat mendengarkan lantunan lagu tersebut. Indonesia seperti kesurupan dibuat olehnya. Ibu pertiwi hanya manggut-manggut dibuat olehnya. ***…

Ketika Berita Sudah Diciptakan Sesuai dengan Keinginan Pelanggan, Maka Hati-Hatilah Membaca Berita.

Ketika arus gelombang globalisasi semakin deras, manusia semakin bersusah payah dan berjuang keras untuk mendayung perahunya masing-masing agar ia tak terseret dengan terjangan ombaknya itu. Gelombang itu semakin membabi buta menerjang segala macam hal yang ia temui, sehingga jika manuisa tak mampu mempersiapkan dirinya dengan baik maka siap-siaplah untuk tenggelam di bawah kubungan neraka globalisasi….

Mungkin Sudah Saatnya Kita Berhenti Mengumbar Kebenaran Akan Agama Kita Di Sosial Media. Kasihan Ibu Pertiwi, Ini Indonesia.

Bumi pertiwi sedang hamil tua. Diusianya yang sudah semakin renta, bukannya ia seharusnya menikmati setiap cahaya rembulan dengan senyuman, namun malah ia sendiri harus meneteskan air mata menangis setiap hari menyaksikan rakyat indonesia yang saling adu akan kebenaran akan agamnya masing-masing. Semua selalu merasa benar, dan akan selamanya akan terus seperti itu. Selamat datang di…