Aku Sudah Tertinggal Jauh.

Disaat semua orang telah melesat pergi

Aku masih disini, berjibaku dengan hal-hal yang berbeda

Disaat semua orang disekitarku sudah memulai mengukir masa depannya masing-masing

Aku masih disini, mencari dan mencari peralatan ukir dan kuas yang bagus untuk masa depanku nanti, aku terlalu menuntut kesempuranaan dan hingga akhirnya aku harus tertinggal jauh diantara teman-temanku yang lainnya

Disaat orang-orang terdekatku sudah mulai berlari menuju gerbang kesuksesan masing-masing

Aku masih disini, jalan ditempat seperti kancil yang tak punya kompas hingga akhirnya tak tahu arah kemana ia harus pergi

Disaat orang-orang tersayang sudah mulai terbangun dari mimpinya masing-masing

Aku masih disini, bermimpi saja belum, mimpi ini belum aku mulai sama sekali, sehingga semakin jauhlah aku dari mereka, aku tersiksa, batinku merana, hatiku sakit, namun apa daya, perasaan yang telah tuhan berikan ini hanya bisa kunikmati saja. Andaikan aku boleh membuangnya, maka tak akan tunggu lama aku sudah membuangnya, namun sayang, perasaan ini adalah titipin dari yang maha kuasa yang harus mampu aku lalui. Aku manusia kuat, dan aku yakin pasti bisa untuk melaluli ini semua, tuhan tahu aku orang yang kuat, maka cobaanyapun sekuat jiwa dan ragaku ini.

Aku sudah mulai tertinggal jauh dari kawan-kawanku.

Disaat mereka semua sudah jauh meninggalkan garis start, aku disini malah kebingungan mencari garis startnya, manakah dia? Dan akupun hanya diam di tempat mencari garis start yang sebenarnya.

Tuhan….

Aku sudah tak tahu harus bagaimana lagi

Sudah tak ada yang mampu membantuku lagi selain dirimu

Jika hamba memang masih belum bisa memulai menggapai mimpi masa depan itu,

Maka setidaknya berikanlah hamba kekuatan yang mumpuni untuk menghadapi perasaan ini. Hamba sudah terkapar, bagai kerbau yang sudah dipasung untuk disembelih. Hamba sudah nyaris tak berdaya, hanya dengkuran nafas yang menandakan hamba masih hidup, sisanya mungkin sudah dianggap mati.

Hanya kepada engku hamba memohon….

Semua ini pasti memiliki hikmahnya sendiri…

Skenario hidupku sudah engaku atur, dan akupun tak berhak untuk mengintipnya

Namun aku yakin,

Cerita skenario kehidupanku ini akan berakhir Happy Ending seperti dongeng-dongeng yang kakek dan nenekku dulu ceritakan ketika aku baru bisa mengucapkan satu dua patah kata.

Tuhan, takdirku ada ditanganmu

Skenario apapun yang telah engkau tulis kepadaku, aku sangat yakin akan berakhir dengan sebaik-baiknya.

***

Dan mataku akan terpejam selama-lamanya dalam keadaan tersenyum

Dan siap menuju pintu gerbang nirwana yang telah engaku janjikan itu.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s