DJ (Disjockey) Masjid Dan Loudspeaker Masjid Yang Mengganggu.

“Ketika Marbut masjid tiba-tiba berevolusi menjadi seorang DJ, loudspeaker masjid kini sudah bukan hanya memperdengarkan suara azan dan menyampaikan informasi-informasi penting untuk masyarakat, melainkan sudah mulai merambah pada pemutaran lagu-lagu dangdut dan pop. Selamat datang di dunia baru.”

Sebelum saya mengawali tulisan ini, saya ingin memohon maaf terlebih dahulu kepada seluruh masyarakat Indonesia. Tulisan ini bukan bertujuan untuk menyulut api dalam kubangan jerami agar terjadi kebakaran dimana-mana, namun tulisan ini hanya berusaha memaparkan fungsi dari suatu alat dan media agar bisa kembali kepada asalnya. Tulisan ini tak bertujuan untuk memojokkan salah satu agama, sekali lagi tidak ada agama yang salah di dunia ini, yang memiliki salah adalah pemeluknya sendiri. Karena tak ada satu pun agama yang meminta penganutnya keluar dari rel yang sudah ditetapkannya. Selamat membaca.

Sudah beberapa hari ini saya sangat merasa terganggu oleh salah satu masjid yang ada di dekat rumah saya. Mohon maaf sebelumnya, terganggunya buka karena bangunan masjid nya dekat dengan rumah saya, namun terganggu dengan aktivitas sang marbut yang kini sudah tak masuk akal. Di masjid tersebut memang sedang ada renovasi, jadi beberapa warga masyarakat bergotong royong untuk saling bahu membahu membangun rumah ibadah tersebut. Merupakan suatu pekerjaan yang sangat mulia, di saat zaman sudah sangat maju, di saat beberapa individu sudah berevolusi menjadi mahluk individualis dan pengurung karena smartphone, jiwa sosial masyarakat masih tetap mendarah daging. Suatu kebahagiaan yang tak bisa saya sembunyikan.

Ditengah-tengah pemandangan persaudaraan yang sangat indah tersebut, ada satu hal yang tak saya sukai. Fungsi masjid yang tiba-tiba dirubah sebagai tempat untuk memutar lagu-lagu dangdut dan pop, terkadang lagu arab, namun lagu arab yang belum tentu tentang kebaikan, karena berbahasa arab bukan berarti itu lagu islamis karena bisa saja juga lagu pop atau dangdut yang menggunakan bahasa arab yang tak ada bedanya dengan lagu dangdut dan pop yang ada di Indonesia. Saya bisa pahami, para warga yang sedang gotong royong mungkin butuh hiburan, namun apakah harus dengan cara memutar lagu pop atau dangdut melalui pengeras suara? Yang suaranya menggelegar kemana-mana di dengarkan oleh semua orang dari setiap penjuru? Semua umat muslim menyukai dan mencintai suara azan dari loudspeaker masjid, namun tak semua orang menyukai musik dangdut dan pop yang diputarkan. Memutar lagu apapun di masjid selain azan sama saja halnya memaksa orang lain mencintai dan menyukai selera yang kita miliki. Itu namanya egois.

Memperdengarkan musik melaui pengeras suara masjid menurut saya tidak etis, saya kurang tau apakah dalam islam boleh atau tidak, mohon maaf ilmu tentang islam saya sama sekali dangkal. Namun jika melihat dari kaca mata etika yang saya pelajari dari dunia ini, itu sama sekali melanggar etika dalam masyarakat. Suara itu mengganggu. Karena tak semua orang menyukai suara yang ribut dan berisik. Ada beberapa orang yang sangat menyukai ketenangan, terbebas dari polusi suara. Sehingga dengan memutar lagu melaui pengeras suara sama saja halnya dengan melanggar hak orang lain untuk mendapatkan ketenangan.

Memutar lagu dari loudspeaker masjid menurut saya telah mencoreng nama baik islam di mata agama lain. Dimana masjid yang merupakan rumah tuhan sebagai tempat ibadah dan memuja sang maha esa berubah seolah-olah seperti diskotek tempat mendengarkan lagu-lagu antah berantah yang hanya memasukkan manusia ke arah hedonisme.

Marbut masjid tiba-tiba berevolusi menjadi seorang DJ. Apakah ini semua karena pengaruh zaman yang sudah begitu canggih? Namun harus sampai begitukah mereka? Jika mereka menginginkan musik, bisakah diputar tanpa loudspeaker? Tanpa membuat polusi suara yang mengganggu ketenangan orang lain? Yang paling sedih adalah ketika kegiatan gotong royong tetap berlangsung hingga siang hari. Selama kegiatan gotong royong tetap berlangsung, maka musik-musik itu akan tetap berdendang kesana-kemari. Padahal tidak tahukah mereka pada saat itu ada beberapa orang yang butuh istirahat dengan tidur siang? Dan orang itu akhirnya tak bisa mendapatkan hak kebutuhan pokoknya untuk tidur siang karena kebisingan yang telah diciptakan dari arah suara masjid?

Masjid adalah tempat suci. Masjid adalah rumah tuhan, tempat untuk ibadah dan mengadu kepada tuhan. Masjid adalah tempat orang islam berkumpul dan bersatu untuk mempererat tali silaturahmi. Namun dengan tindakan semena-mena dari sang DJ tersebut tidak akan menutup kemungkinan untuk orang lain, muslim atau non-muslim untuk mengumpat dan membenci masjid. Padahal itu bukan salah sang Masjid, namun sang DJ lah dalangnya.

Semoga sang DJ bisa menyadari perbuatannya. Berita tentang penistaan agama akhir-akhir ini sedang panas-panasnya. Jika sang DJ ternyata juga sibuk memerangi masalah penistaan agama, mungkin sang DJ harus mulai mengintrospeksi diri sendiri terlebih dahulu, karena tindakannya itu tidak menutup kemungkinan adalah suatu bentuk penistaan agama. Mari merajut kembali tali bhineka tunggal ika yang sudah bolong agar kembali indah seperti semula tanpa mengganggu dan melanggar hak orang lain.

****

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. Dyah Sujiati says:

    Udah coba komunikasi dengan ‘DJ’ yg bertanggung jawab?
    Coba temui dia dan sampaikan. Atau kalau sulit, bisa minta tolong ke tokoh yg ada. Semoga segera sadar.. Amin

    https://polldaddy.com/js/rating/rating.js

    Liked by 1 person

    1. The problem is… Dj nya banyak mbk dyah… 😨😥

      Like

      1. Dyah Sujiati says:

        Waduh.. Kalo gitu minta ke semacam tokoh yg punya otoritas lebih di sana, coba..

        Liked by 1 person

      2. Sipsip mbk… Sarannya bagus mbk…

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s