Ik Been een Uniek en Vol Fanatasie!

Ketika tuhan menciptakan ku dari tanah yang spesial, saat itu aku sudah mulai belajar tersenyum. Aku tersenyum dengan perlakuan spesial yang telah diberikan tuhan kepadaku. Diriku memang tak sempat merasakan halus dan lembutnya tangan tuhan saat membentuk dan merangkai anggota tubuhku, namun aku sangat yakin bahwa tuhan telah menciptakan ku dengan penuh kasih sayang dan ketulusan, karena ia adalah sang pencipta yang maha penyayang dan tulus. Berkat kasih sayang dan ketulusannya lah aku lolos dari jutaan saingan yang menghadang ku untuk terlahir di surga kedua yang telah diciptakan tuhan, yaitu bumi.

            Setelah roh ku tercipta dengan apik dan sempurna, tuhan meniup ku dengan lembut ke salah satu perut wanita tercantik di dunia ini. Dialah ibu ku, orang yang saat ini ku panggil Mamak, jika kalian memanggil nya malaikat, maka aku sendiri memilih tak menggunakan kata malaikat, karena bagiku ia adalah bidadari terindah dari surga yang dititipkan tuhan kepadaku, walau itu hanya sebentar. Setelah raga mungil ku yang belum terbentuk sama sekali masuk kedalam perutnya, maka terjadilah persaingan yang sangat sengit antara aku yang sekarang dengan jutaan sel-sel lainnya. Itu adalah persaingan terhebat yang pernah ku alami, karena ini menyangkut hidup dan mati, aku ingin terlahir ke surga dunia, namun mereka juga memiliki ambisi yang sama dengan diriku, maka kompetisi pun tak mampu terbendung. Jika kalian berpikir kalian bukanlah kesatria perang, kalian justru salah, karena sebenarnya kalian telah menjadi kesatria perang semenjak berada di perut ibu kalian masing-masing. Jika kalian mengatakan diri kalian tidak pintar berperang, kalian salah, karena sejak berada di dalam perut itu kalian sudah berperang menyingkirkan jutaan sel yang menjadi saingan kalian terlahir ke surga dunia ini. Dan akhirnya, setelah berjuang dengan sekuat tenaga, walaupun saat ini aku sama sekali tak mengingat kejadian itu, karena pada saat itu otak ku masih belum sama sekali berfungsi, maka akhirnya aku menang bertempur melawan saingan-saingan ku yang lain. Jika kau panggil aku kejam, maka kalian juga harus bercermin. Karena kita semua sama-sama manusia yang kejam, karena sudah menumpas saingan-saingan yang pernah ingin merebut kesempatan hidup kita ke dunia ini, maka jika kalian bertanya sejak kapan kalian belajar jahat dan kejam, maka jawabannya adalah sejak berada di dalam ring tinju perut ibu kalian masing-masing. Jangan protes dengan kata-kata ku ini, apakah kalian yakin jadi orang yang 100 persen baik di dunia ini?

            Setelah seluruh saingan yang hebat-hebat itu ku habiskan, entahlah apakah dengan ganas atau halus, akhirnya tuhan memberikan ku kunci emas untuk bisa membuka pintu gerbang menuju surga dunia yang dijanjikannya kepada sang pemenang. Meskipun tak sedikitpun kejadian itu masih ku ingat, namun aku sangat yakin sekali, pada saat itu aku maju meraih kunci emas itu dari tangan tuhan dengan rasa bangga dan bahagia. Meskipun pada saat itu aku berdiri di atas jutaan sel mayat yang telah ku habiskan dan luluh lantakkan. Aku yakin sekali, motif senyuman ter manis pasti tergurat di wajahku pada saat itu, meskipun guratan dan motif wajahku belum se sempurna berbentuk menawan seperti saat ini.

Mendapat kunci emas dari sang pencipta tak langsung membuatku bisa keluar dari perut ibuku, namun aku harus bersabar menunggu selama kurang lebih 9 bulan untuk bisa keluar dari perut yang memiliki dinding yang sangat tebal dan kuat itu. Selama sembilan bulan lebih kunci emas itu mengeram dan menempel di tangan mungil ku. Rasa panik dan tak sabaran mulai menghantui diriku. Mendapatkan kunci emas dari sang pencipta bukan jaminan 100 persen untuk bisa keluar dari perut ibuku, karena bisa saja tuhan mengambil roh ku secara sepihak, dan akhirnya aku batal keluar dari perut ibuku, sepertinya kalian sudah tahu bahwa banyak bayi di dunia ini yang tak mampu menangis dan tersenyum menatap indahnya surga buatan yang pencipta. Dan pada saat itu, aku mulai mengenal namanya rasa khawatir dan cemas. Apakah kau pikir semua rasa itu aku miliki setelah lahir? Kalian salah, perasaan marah, senang, haru, jengkel, khawatir dan perasaan lainnya telah ku miliki sejak memegang kunci emas itu. Karena setelah kunci emas tersebut resmi berpindah kepadaku, maka seketika itu pula seluruh energi kemanusiaan itu melekat kedalam tubuhku, meskipun belum terbentuk sempurna, namun tuhan maha tahu atas apa yang telah diciptakannya.

            Setelah 9 bulan berlalu, tanganku mulai terbentuk sempurna. Ada lima jari mungil dan kuku halus yang sudah mulai tumbuh. Ku raba seluruh anggota tubuhku dari ujung kaki hingga ujung kepala, aku kemudian tersenyum, syukurlah, ternyata tubuhku sudah lengkap tak ada yang kurang satu pun, maka aku akan bisa lebih percaya diri untuk menangis se kencang-kencangnya kepada kedua orang tuaku yang telah lama menunggu ku. Aku semakin tak sabaran untuk membuka pintu gerbang surga dunia itu. Dengan penuh percaya diri, aku mulai mendekat ke arah gerbang dunia itu. Aku ingin segera keluar, ingin segera melihat siapakah orang tuaku, secantik dan setampan bagaimanakah mereka itu.

Waktu memang tak pernah berkhianat, aku sudah pasti bisa keluar. Ada senyuman bermotif bunga di bibir tuhan, itu berarti aku sudah bisa dipastikan menjadi salah satu manusia penghuni bumi berikutnya. Maka setelah waktu itu tiba, tuhan menghampiri ku dengan senyuman yang sangat indah di iringi dengan bidadari-bidadari surga yang amat rupawan. Tuhan mendekati ku, hatiku sangat sejuk dan tenang sekali. Tuhan mendekati telingaku dan seraya membisiki kata-kata lembut di telingaku yang sudah sempurna terbentuk,

“Sejak 500 tahun yang lalu, namamu sudah terukir menjadi salah satu penghuni di surga dunia tersebut. Hidup dan mati mu sudah ku tentukan. Hidupmu di dunia adalah hari ini, namun mati mu di dunia hanya akan menjadi rahasia ku, dan kau sama sekali tak akan mengetahuinya bahkan seluruh penghuni langit pun tidak akan bisa mengintip catatan itu. Rezeki mu sudah ku tentukan dengan baik, ada porsi yang kau miliki di dunia itu, akan tetapi ingatlah di dunia itu bukan hanya engkau seorang yang menghuni nya, maka dapatkan lah rezeki dengan cara yang sudah ku tentukan, yang kelak akan kau pelajari setelah hidung mu menghirup udara di tanah surga itu. Gerbang yang akan kau buka adalah rahim dari wanita yang sangat cantik dan mulia, nanti kau akan memanggilnya Mamak. Kau perlu tahu, ada surga yang ku letakkan dibawah telapak kaki Mamak mu, maka jika kau ingin tetap kembali ke surga ku nanti, maka jangalah sekali-kali kau membuatnya mengeluarkan air mata kesedihan. Karena satu tetes saja yang keluar, maka 500 Kilometer surga itu menjauh darimu. Maka peganglah kata-kata ku ini. Satu hal lagi yang harus ku tekankan padamu, bahwa maut itu adalah rahasia ku. Namun yang harus kau ketahui, maut yang akan menjemput mu sudah tertulis sejak 500 tahun yang lalu juga. Maut itu sudah siap menjemput mu kapan dan di mana pun kau berada. Jangan takut, jika kau ingin tidak takut dan tetap santai menghirup udara di dunia itu, maka tetaplah berjalan di atas rel yang sudah ku tetapkan, jika kau salah melangkah, maka kau sendiri sudah tahu akibatnya, nanti di dunia itu akan kau pelajari lebih lanjut lagi. Dan terakhir yang ingin ku sampaikan, dan juga yang kau tunggu-tunggu sejak 9 bulan yang lalu, kau ingin bertanya apa nama yang akan miliki di dunia itu bukan? Baiklah, anggap saja ini adalah hadiah terakhir dari ku sebelum 3 detik lagi kau membuka gerbang itu. Telah ku bisikan ke telinga pria dan wanita baik hati itu, bahwa nama yang akan kau miliki sejak lahir hingga kembali lagi ke tempat ku adalah nama terbaik yang pernah keluar dari hati mereka, kau pasti akan senang. Selamat jalan dan semoga surga adalah tempat kembali mu”

Setelah percakapan indah itu berakhir, gerbang itu langsung ku buka, mata ku langsung menatap dunia yang telah dijanjikan tuhan kepadaku. Aku lahir, dan wajah Mamak ku adalah wajah pertama yang terlihat paling jelas dan dalam sekejap membuatku langsung jatuh cinta kepadanya. Tuhan benar, ia adalah wanita tercantik yang ada di dunia ini. Kulihat bibir Mamak ku bergerak-gerak seperti sedang mengucapkan sesuatu, namun 2 tahun setelah mengenal bahasa, aku mulai paham bahwa saat itu Mamak ku mengatakan, bahwa diriku akan menjadi lelaki yang unik dan kaya imajinasi.

Saat itulah aku tahu pula, bahwa ucapannya itu di amini oleh seluruh malaikat yang hadir menyambut ku ke dunia ini.

Setelah 22 tahun berlalu, aku semakin sadar bahwa kata-kata itu memang ajaib. Aku memang benar-benar menjadi seorang lelaki yang unik dan kaya imajinasi. Dan inilah aku, Restu Alpiansah, Ik been een Uniek en Vol Fanatasie. Aku adalah lelaki yang unik dan penuh imaginasi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s