MalasYa! Apa Yang Kamu Lakukan Itu, JAHAT!

“Bendera merah putih itu mungkin bagimu adalah sebuah kain berwarna yang tak memiliki arti apa-apa. Tetapi bagi kami, bendera merah putih itu adalah simbol kemerdekaan kami. Tidak tahukah kalian berapa darah dan jiwa yang harus kami habiskan untuk bisa mendapatkan bendera tersebut? Merah putih bukanlah kain pel atau taplak meja yang bisa kalian pakai dan pasang secara sembarangan. Camkan itu!”

***

Saat ini, ketika saya sedang menulis artikel ini, mata saya sendang bengkak karena air mata. Tangan saya mengetik keyboard sambil gemetar. Jari ini seolah membeku, namun saya harus tetap menyelesaikan tulisan ini. Tulisan ini harus segera selesai, agar 250 Juta penduduk Indonesia membacanya. Lebay? Tidak masalah! Saya tindak mengapa dianggap lebay ataupun alay, karena ini masalah harga diri bangsa. Jika dulu saya bukan bagian dari beberapa prajurit yang melawan penjajah, maka kini saatnya saya berperang dengan cara berbeda terhadap negara yang sudah berani menginjak harga diri bangsa ini.

Kami baru saja merayakan ulang tahun kami, tetapi yang kami terima tahun ini sungguh mengecewakan. Jika anda bertanya kepada saya, lebih sakit putus cinta atau sakit gigi? Maka saya dengan mulut gemetar akan berkata: Lebih sakit ketika melihat sang merah putih dipermalukan secara telanjang di muka umum.

***

Untukmu negara Malaysia, negara yang menurut buku sejarah yang pernah saya pelajari pada saat berada di bangku sekolah dasar adalah negara sahabat terdekat kami, beginikah cara mu memainkan perasaan kami? Hati siapa yang tidak akan terluka ketika apa yang dicintainya diinjak-injak oleh orang lain? Bendera merah putih yang merupakan simbol kemerdekaan kami telah kau nistakan dengan cara yang sangat memalukan. Tidak ada musuh yang paling kejam selain dirimu yang tega mempermalukan negara kami di hadapan ratusan negara yang ada di dunia ini. Persahabatan yang sudah terjalin berpuluh-puluh tahun, sudah kau nodai dengan cara yang sangat menjijikkan. Jika kau pikir ini adalah salah satu strategi mu untuk melawan negara kami, let me say something for this, Malaysia…. Caramu ini menjijikkan!

Untukmu negara Malaysia, negara yang mengaku bersahabat dengan kami. Perasaan kami benar-benar terluka di saat melihat bendera yang biasanya kami kibarkan merah di atas dan putih di bawah kau ubah dengan semena-mena. Tidak pahamkah kalian arti dari merah di atas dan putih di bawah itu? Meskipun itu hanya ada dua warna, namun ada jutaan makna yang terselip dibaliknya. Jika kalian merasa orang terdidik, negara yang katanya memiliki sistem pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan negara kami, well it’s time to say bahwa data yang menyebutkan kalian lebih baik dari kami itu adalah hoax. Butuh bukti? Cara kalian ini sudah memberikan bukti yang sangat jelas bahwa kalian benar-benar tak memiliki otak untuk melihat negara lain dengan baik dan benar.

Untukmu negara Malaysia, negara yang katanya sudah menjadi negara yang semakin maju. Ini adalah acara internasional yang disaksikan oleh miliaran mata di dunia. Namun teganya dirimu menelanjangi negara kami dangan cara yang sangat memalukan tersebut. Katanya kualitas manusia kalian sudah sangat maju, bahkan sudah sangat berani mengatakan bahwa kualitas manusia negara kalian lebih maju daripada kami. Well mana bukitnya? Katanya manusianya berkualitas tinggi, tetapi kok membedakan mana merah dan putih saja tidak bisa. Mungkin kalian perlu lebih sering berkunjung ke negara kami, kemudian belajar dari anak-anak TK di negara kami perbedaan warna merah dan putih. Agar kalian berhenti menjadi negara yang buta warna.

Untukmu Malaysia, yang katanya bahwa kita adalah negara serumpun. Sudah berapa lamakah kita bertetangga? Sudah puluhan tahun bukan? Apakah waktu itu terlalu singkat untuk bisa menghafal warna dan letak warna dari bendera negara kami? Katanya kalian negara yang sudah mau maju, tetapi kok menghafal dua warna saja tidak becus. Bendera kami hanya terdiri dari dua warna, merah di atas dan putih di bawah. Hanya itu, apakah sulit sekali untuk mengingat atau menghafal nya? Bendera kami tak serumit bendera kalian yang terdiri dari beberapa garis merah putih itu. Tetapi meskipun begitu, kami tak pernah salah dalam menentukan berapa jumlah bintang dan garis yang terdapat dalam bendera kalian, karena kami paham arti simbol dari suatu negara, pelajaran KWN yang telah kami dapatkan di bangku sekolah telah benar-benar mengajarkan kami arti dari itu semua. Dari sana kami juga belajar, bahwa kami harus bisa menghargai simbol dan bendera dari negara lain, terlebih-lebih itu adalah miliki dari negara sahabat kami sendiri. Tetapi sayang, let me ask something to you, tidak adakah mata pelajaran seperti ini di negara kalian?  Kalau ada berarti kalian kurang belajar, namun jika belum ada, wah sepertinya kami perlu melapor ke PBB tentang keabsahan negara kalian. Well satu lagi, jangankan bendera kalian, letak negara kalian saja anak SD kami sudah hafal, sehafal mereka dengan sejarah hitam yang telah kau perbuat di masa lalu kepada negara kami.

Untukmu Malaysia, mungkin bagi kalian masalah bendera adalah masalah yang sepele. Masalah sepele yang bisa segera terlupakan dengan hanya mengatakan maaf. Mohon maaf, untuk masalah harga diri yang terinjak, sepertinya kami tak akan semudah itu untuk memberikan maaf. Hati kami sudah telanjur tersayat dengan aksi kalian. Meskipun itu hanya satu bendera, namun sadarkah kalian bahwa ada 250 juta hati yang telah kalian lukai?

Hi Malaysia…. Hati kami hancur, dada kami remuk, jantung ini seperti ingin keluar menghantam bumi. Kami terluka dengan cara kalian. Saat ini kami seharusnya masih dalam keadaan suka cita memperingati hari kemerdekaan kami. Kemerdekaan yang telah kami rebut dengan cara gagah berani bukan karena hadiah. Namun semua itu seolah-olah bagai istana pasir yang tergerus oleh ombak pantai, kebahagiaan itu lenyap seketika. Kalian merusak itu semua. Bendera terbalik itu telah membalik rasa kami kepada kalian. Mungkin, rasa cinta itu sudah tak ada lagi untuk kalian, cukup sampai di sini toleransi kami kepada kalian.

Namun, satu hal yang ingin saya sampaikan kepada kalian. Terima kasih telah melakukan ini semua kepada kami. Kejadian ini sungguh memberikan banyak hikmah kepada kami selaku masyarakat Indonesia. Terima kasih, karena tindakan kalian telah membakar api kebangsaan di dada kami masing-masing. Sikapmu, telah membuat kami semakin mencintai negara kami yang sangat kaya raya ini. Selamat beraktivitas wahai mantan sahabat. Jangan lupa bahagia.

Indonesia, 21 Agustus 2017

Ttd

Kami yang Tersakiti

 

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Putri Dinul Islamy says:

    Sedih gue harga diri kita dijatuhkan oleh negara yang sudah dari dulu kita anggap negara sahabat.


    https://polldaddy.com/js/rating/rating.js

    Like

    1. Bener genk… Gue baper juga

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s